x

Industri Plastik Nasional Mulai Tertekan, Pemerintah Diminta Segera Cari Solusi Alternatif

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Apr 2026 16:30 17 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina, menyoroti dampak serius terhadap industri plastik nasional akibat perang yang masih berlangsung antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, ketergantungan tinggi industri tersebut terhadap impor bahan baku plastik menjadikan sektor ini sangat rentan terhadap dampak global.

“Ketika kawasan Timur Tengah mengalami konflik, pasokan nafta langsung terganggu. Padahal sekitar 60 hingga 70 persen bahan baku plastik Indonesia berasal dari wilayah tersebut,” kata Nevi pada Selasa (7/4/2026).

Nevi menjelaskan bahwa hingga saat ini Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan bahan baku plastik secara mandiri, terutama untuk komponen penting seperti resin dan nafta.

Keterbatasan kapasitas industri petrokimia dalam negeri menyebabkan sebagian besar kebutuhan tersebut masih terpenuhi melalui impor, khususnya dari kawasan Timur Tengah.

“Akibatnya, harga resin dan produk plastik melonjak tajam, bahkan mencapai kenaikan hingga 30 sampai 50 persen, dan untuk jenis tertentu bisa menyentuh 70 persen,” ucap Nevi.

Legislator Fraksi PKS itu juga mengatakan, bahwa penambahan harga bahan baku ini mulai menekan berbagai sektor industri hilir seperti kemasan, makanan dan minuman, serta otomotif.

“Meningkatnya biaya produksi tidak hanya menggerus margin usaha, namun juga berdampak pada harga barang konsumsi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Nevi, kondisi ini juga harus dilihat sebagai momentum untuk melakukan transformasi industri.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah agar mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik berbasis bahan bakar fosil dan beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan, termasuk optimalisasi penggunaan bahan daur ulang.

“Dalam jangka pendek, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan perlu segera mencari alternatif sumber bahan baku dari negara lain seperti kawasan Afrika dan India agar rantai pasok tetap terjaga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nevi menekankan pentingnya langkah-langkah strategi jangka panjang melalui penguatan industri petrokimia nasional. Pembangunan kilang dan pabrik resin dalam negeri dinilai menjadi kunci untuk menciptakan kemandirian industri.

Selain itu, legislator asal Sumatera Barat ini juga mendorong pemerintah untuk menghadirkan kebijakan stabilisasi harga melalui insentif fiskal, subsidi terbatas, serta penyesuaian impor bahan baku.

“Jangan sampai kita mengulangi kesalahan seperti yang terjadi pada industri tekstil. Negara harus hadir menyelamatkan industri plastik nasional sebelum dampaknya semakin luas,” demikian Nevi.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
10 hours ago
14 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x