x

DPR Ingatkan Langkah Indonesia Tidak Akan Mudah untuk Dapatkan Pemasok BBM Baru

waktu baca 2 menit
Selasa, 31 Mar 2026 09:37 35 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, memprediksi perang yang terjadi di Timur Tengah tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Karena itu, ia mengaku khawatir dampak terhadap pasokan energi Indonesia yang 20 persen berasal dari kawasan.

“Indonesia kebutuhan fosilnya untuk minyak mentah dan gas, cukup tinggi. Tetapi, kita hanya mengambil 20% dari kawasan Timur Tengah. Sehingga kita lumayan terisolir dari gejolak yang sangat masif,” kata Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Oleh karena itu kata Eddy, untuk menutupi kebutuhan energi, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas nasional sebesar 20 persen, pemerintah Indonesia harus melakukan cara lain.

“Tetapi, untuk menutup kekurangan 20% yang diambil saatnya tidak bisa keluar dari Timur Tengah, tentu kita harus mengambil dari tempat lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Eddy, pihaknya telah mendapat informasi bahwa kini pemerintah telah mencari pemasok baru dari beberapa negara untuk menutupi kebutuhan 20 persen tersebut.

“Yang kami dapatkan informasinya tentu negara-negara yang saat ini menjadi pemasok Indonesia seperti Nigeria, Algeria, Brazil, Australia, itu mau ditingkatkan porsinya termasuk juga dari Amerika Serikat,” kata Eddy.

Meski begitu, Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan bahwa langkah Indonesia tidak akan mudah untuk mendapatkan pasokan energi dari negara lain, karena saat ini seluruh dunia mengalami krisis dan tengah mencari pemasok baru.

“Dan jangan lupa, pada saat ini di mana seluruh negara-negara mengalami krisis yang besar terhadap BBM-nya, akan berebut untuk mencari sumber-sumber BBM, migas, dari negara-negara yang juga sekarang menjadi supplier atau pemasok untuk BBM Indonesia,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
16 hours ago
17 hours ago
17 hours ago
18 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x