x

Kedubes Iran di Indonesia Buka Donasi untuk Korban Konflik, Respons Warganet Beragam

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Mar 2026 09:54 48 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia membuka rekening donasi resmi untuk membantu korban agresi militer AS-Israel. Dana tersebut juga ditujukan untuk mendukung proses rekonstruksi di Iran.

Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi kedutaan di media sosial. Pihak kedutaan mengapresiasi tingginya solidaritas masyarakat Indonesia.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian dan solidaritas luar biasa dari rakyat Indonesia,” tulis pernyataan resmi Kedubes Iran di X.

Kedutaan menjelaskan dana yang terkumpul akan difokuskan pada bantuan kemanusiaan. Bantuan tersebut mencakup korban terdampak hingga upaya pembangunan kembali.

“Donasi akan digunakan untuk membantu para korban, mendukung keluarga terdampak, serta berkontribusi dalam proses pembangunan kembali di Iran,” lanjut pernyataan itu.

Namun, pengumuman tersebut memicu beragam respons dari warganet. Sejumlah komentar muncul dengan nada bercanda hingga sarkastik.

Beberapa pengguna media sosial menyinggung isu militer dalam komentarnya. Mereka bahkan mengaitkan donasi dengan kebutuhan persenjataan.

“Kalau request buat rudal boleh?” tulis salah satu pengguna di platform X.

Komentar lain juga menyinggung penggunaan drone militer. Hal ini merujuk pada konflik yang tengah berlangsung.

“Kasih catatan di transfer: untuk drone Shahed,” tulis pengguna lain.

Di sisi lain, terdapat pula warganet yang menyampaikan dukungan terhadap Iran. Dukungan tersebut ditujukan dalam konteks konflik dengan Israel.

“Bismillah kita support iran lawan zionis,” tulis salah satu pengguna Instagram.

Sementara itu, eskalasi konflik turut berdampak di wilayah Zarzir, Israel utara. Serangan rudal dilaporkan menghantam kawasan permukiman warga.

Menurut laporan Davar1, sedikitnya 58 orang mengalami luka-luka. Ledakan besar merusak sejumlah rumah dan infrastruktur di sekitar lokasi.

Seorang warga, Musa Ghrifat, mengaku keluarganya selamat setelah berlindung. Ia menggambarkan kondisi warga yang hidup dalam tekanan selama konflik.

“Kami sudah dua minggu tidak tidur nyenyak. Entah karena sirene atau pesawat tempur yang lepas landas dari Ramat David Airbase. Ini benar-benar mimpi buruk,” katanya.

Kepala dewan lokal, Atef Ghrifat, menyebut kerusakan yang terjadi sangat parah. Ia juga menyoroti keterbatasan fasilitas perlindungan bagi warga.

“Sekitar 60 persen rumah memiliki perlindungan standar, tetapi 40 persen lainnya tidak. Itu sangat mengkhawatirkan,” ujar Atef.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

16 hours ago
21 hours ago
21 hours ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x