Kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi. Foto: Pars Today TODAYNEWS.ID — Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengungkap adanya informasi mengenai dugaan rencana konspirasi serangan besar yang menyerupai tragedi 9 September 2001. Ia menyebut rencana tersebut bertujuan menyalahkan Iran atas insiden tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Larijani melalui akun media sosial X pada Minggu (15/3/2026). Ia mengatakan informasi tersebut berkaitan dengan dugaan aktivitas pihak yang disebut sebagai sisa jaringan Jeffrey Epstein.
Larijani mengeklaim jaringan tersebut tengah merancang skenario serangan besar. Ia menyebut rencana itu dimaksudkan untuk menuduh Iran sebagai pelaku.
“Saya mendengar bahwa anggota yang tersisa dari jaringan Epstein telah merancang sebuah konspirasi untuk menciptakan insiden yang mirip dengan 9/11 dan menuduh Iran sebagai pelakunya,” tulis Larijani.
Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak memiliki permusuhan dengan rakyat Amerika Serikat. Menurutnya, Teheran secara prinsip menentang aksi terorisme.
“Iran pada dasarnya menentang skema teroris semacam itu dan tidak memiliki perang dengan rakyat Amerika Serikat,” ujarnya.
Dalam pernyataan yang sama, Larijani turut menyinggung ketegangan yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia mengatakan langkah Iran selama ini berada dalam kerangka pembelaan diri.
Menurutnya, Teheran akan memberikan respons tegas terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab. Ia menegaskan Iran siap mengambil tindakan jika ancaman tersebut benar-benar terjadi.
“Iran akan merespons dengan kuat dan tegas untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab,” kata Larijani.
Larijani tidak merinci bukti atau sumber informasi yang dimilikinya. Namun pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Peristiwa yang disinggung Larijani merujuk pada tragedi Serangan 11 September 2001. Serangan tersebut menjadi salah satu aksi teror paling mematikan dalam sejarah modern.
Dalam serangan itu, 19 anggota kelompok militan Al-Qaeda yang dipimpin Osama bin Laden membajak empat pesawat komersial di Amerika Serikat.
Dua pesawat ditabrakkan ke gedung World Trade Center di New York hingga kedua menara runtuh. Satu pesawat lainnya menghantam gedung Pentagon di Virginia.
Pesawat keempat jatuh di negara bagian Pennsylvania setelah penumpang berupaya melawan para pembajak. Secara keseluruhan hampir 3.000 orang dari berbagai negara tewas dalam serangan tersebut.
Tragedi itu kemudian memicu kebijakan global yang dikenal sebagai War on Terror. Amerika Serikat memulai operasi militer di Afghanistan dan memperketat sistem keamanan internasional, terutama di sektor penerbangan.
Dampak peristiwa tersebut juga memicu perubahan besar dalam politik global. Selain itu, tragedi tersebut meninggalkan dampak sosial dan geopolitik yang masih terasa hingga kini.