x

Keselamatan Angkutan Lebaran 2026 Diperkuat, Kemenhub Gandeng Media Edukasi Pemudik

waktu baca 4 menit
Sabtu, 14 Mar 2026 14:04 30 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan terus memperkuat aspek keselamatan transportasi dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran tidak hanya bergantung pada kesiapan sarana, prasarana, maupun regulasi, tetapi juga pada tingkat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya keselamatan perjalanan.

Selain itu, Aan menilai kolaborasi dengan media massa memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi keselamatan yang akurat serta mudah dipahami oleh masyarakat luas. Dengan dukungan media, pesan keselamatan dapat tersampaikan secara efektif kepada para calon pemudik.

“Media menjadi salah satu kunci sukses pengelolaan angkutan lebaran, informasi dan regulasi untuk keselamatan yang sudah kami siapkan tidak akan sampai kepada masyarakat jika tidak ada peran media. Misalnya terkadang ada informasi hoax di masyarakat, peran media dapat menyampaikan informasi yang sebenarnya dan faktual,” jelas Aan saat menyampaikan sambutan dalam pelepasan tim CNN Indonesia Go Mudik, di Jakarta, Jumat (13/3).

Menurut Aan, peran media dalam menyampaikan pesan keselamatan semakin penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Berdasarkan prediksi, jumlah pergerakan masyarakat pada musim mudik tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Oleh karena itu, penyebaran informasi yang tepat diharapkan dapat membantu masyarakat memahami berbagai kebijakan yang telah disiapkan pemerintah agar perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.

“Tahun ini kemungkinan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ini bisa lebih tinggi dari prediksi yang sudah kami buat. Untuk menjamin keselamatan, kami dengan seluruh stakeholder, melakukan persiapan-persiapan dari jauh-jauh hari agar pengelolaan Angkutan Lebaran berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, hingga saat ini Ditjen Perhubungan Darat telah melaksanakan inspeksi keselamatan atau rampcheck terhadap puluhan ribu bus. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan angkutan umum yang beroperasi telah memenuhi standar kelaikan jalan.

Aan juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa status kendaraan yang akan digunakan melalui aplikasi Mitra Darat, sehingga calon penumpang dapat mengetahui apakah kendaraan tersebut layak beroperasi atau tidak.

“Pada sektor transportasi darat kita inspeksi kelaikan kendaraan, terutama bus, data sampai saat sudah lebih dari 40 ribu bus yang dirampcheck dan 5.000 di antaranya dinyatakan tidak laik jalan. Jadi jangan gunakan angkutan yang tidak laik jalan, bapak dan ibu bisa mengecek status kelaikan kendaraan atau bus melalui aplikasi Mitra Darat,” ucap Aan.

Selain memastikan kendaraan dalam kondisi baik, Aan juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan. Kepatuhan terhadap aturan keselamatan juga dinilai menjadi faktor penting dalam menekan risiko kecelakaan selama masa mudik.

Ia juga menyoroti tingginya penggunaan sepeda motor saat mudik. Berdasarkan survei, sekitar 20 juta pemudik diperkirakan akan menggunakan sepeda motor, sehingga penting bagi pengguna kendaraan roda dua untuk tidak membawa penumpang melebihi kapasitas.

“Bagi yang mudik menggunakan kendaraan pribadi, kami menghimbau kepada seluruh calon pemudik agar senantiasa memeriksa kendaraannya dan kesehatannya. Kemudian survei memprediksi ada sekitar 20 juta pemudik menggunakan sepeda motor, ini penting bagi pengguna sepeda motor tidak boleh memaksakan kapasitas, cukup dua orang saja, satu pengemudi dan satu penumpang, serta ini perlu untuk terus disampaikan melalui media agar keselamatan perjalanan dapat terjaga,” tegas Aan.

Kebijakan Work From Anywhere untuk Mengurai Kepadatan Arus Mudik

Selain menitikberatkan pada keselamatan, pemerintah juga menyiapkan berbagai strategi untuk mengurai kepadatan arus mudik dan arus balik. Salah satu langkah yang ditempuh adalah penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Aan menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diharapkan mampu membagi waktu perjalanan masyarakat sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada hari-hari puncak mudik maupun arus balik.

“Kami sampaikan hindari perjalanan di hari-hari puncak, pemerintah memberikan kebijakan Flexible Working Arrangement atau Working From Anywhere pada tanggal 15–17 Maret 2026 untuk arus mudik dan 25–27 Maret 2026 untuk arus balik. Kebijakan ini bukan untuk menambah libur, tetapi agar masyarakat memiliki fleksibilitas waktu bekerja sehingga dapat memilih jadwal keberangkatan yang lebih tersebar,” jelasnya.

Menurut Aan, pengaturan waktu perjalanan melalui kebijakan tersebut juga merupakan bagian dari strategi keselamatan. Dengan arus lalu lintas yang lebih terkendali, risiko kecelakaan dan fatalitas di jalan raya dapat ditekan sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman.

Di akhir sambutannya, Aan kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan media untuk memastikan seluruh kebijakan serta pesan keselamatan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat selama periode Angkutan Lebaran tahun ini.

“Kami apresiasi pada media dan mudah-mudahan kita bisa berkolaborasi serta bersinergi di lapangan memberikan informasi-informasi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mempersiapkan perjalanan mudik dan bisa menjadwalkan waktu keberangkatannya dengn baik,” pungkas Aan.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x