Sekretaris Jenderal DPP PERBASI Nirmala Dewi. (Dok. PERBASI) TODAYNEWS.ID — Sekretaris Jenderal DPP PERBASI Nirmala Dewi menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kekerasan seksual dan kekerasan fisik yang menimpa atlet panjat tebing dan kickboxing. Kasus tersebut saat ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian.
Nirmala Dewi menilai peristiwa tersebut menjadi perhatian serius bagi dunia olahraga nasional. Ia menegaskan tindakan kekerasan terhadap atlet tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun.
“Saya prihatin terhadap dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di cabang olahraga panjat tebing dan kickboxing. Tindakan seperti ini jika terbukti, tidak bisa ditolerir apalagi terjadi terhadap atlet yang sedang menjalani pelatnas dan sedang berjuang untuk nama negara di kancah internasional,” jelas Nirmala Dewi dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026)
Menurutnya, para atlet merupakan representasi bangsa yang mengharumkan nama Indonesia melalui prestasi olahraga. Karena itu, mereka harus mendapatkan perlindungan penuh selama menjalani pembinaan.
“Atlet adalah pejuang bangsa yang mengibarkan Merah Putih melalui olahraga. Sudah seharusnya mendapatkan pelindungan dari segala potensi yang bisa mengganggu konsentrasi mereka,” lanjutnya.
Nirmala Dewi juga mengecam keras tindakan terduga pelaku dalam kasus tersebut. Ia menilai pihak yang seharusnya menjadi pembina dan pelindung atlet tidak boleh justru melakukan tindakan yang merugikan atlet.
Menurutnya, pelaku yang terbukti bersalah harus menerima hukuman yang setimpal. Ia juga menilai pelaku tidak layak lagi terlibat dalam kegiatan olahraga.
Ia menyebut sikap tersebut sejalan dengan dorongan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang meminta pelaku dihukum tegas jika terbukti bersalah. Larangan kembali berkecimpung di dunia olahraga juga menjadi salah satu tuntutan yang didorong.
“Kami mengecam terhadap terduga pelaku dan mendorong hukuman yang setimpal untuk pelaku jika terbukti bersalah,” tukasnya.
Nirmala Dewi juga mengapresiasi respons cepat berbagai pihak dalam menangani kasus tersebut. Ia menilai koordinasi antara lembaga negara menunjukkan keseriusan dalam mengungkap perkara ini.
Ia menyebut langkah cepat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Komisi X DPR RI patut diapresiasi.
“Saya apresiasi atas respons semua elemen baik Kemenpora, Polri maupun Komisi X DPR yang memberikan perhatian serius atas kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik ini,” kata Nirmala Dewi.
Kasus tersebut juga menjadi pengingat bagi organisasi olahraga untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan pelatnas. Menurut Nirmala, setiap interaksi antara atlet dan pihak pendukung harus berjalan sesuai aturan.
Ia menekankan pentingnya memastikan keamanan serta kenyamanan atlet selama menjalani proses pembinaan. Lingkungan pelatihan harus bebas dari segala bentuk kekerasan maupun penyimpangan.
“Kami di DPP PERBASI sangat memberikan perhatian terhadap kasus ini yang juga menjadi pelajaran serta pengingat bagi kami untuk semakin menegakkan aturan dalam pelatnas. Kami ingin melindungi dan menjamin kemanan serta kenyamanan para atlet yang berjuang termasuk memastikan tidak ada kekerasan dalam bentuk apapun terjadi di cabang olahraga bola basket,” terang Nirmala Dewi.