x

Mojtaba Khamenei Ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Usai Kematian Ali Khamenei

waktu baca 3 menit
Senin, 9 Mar 2026 06:51 83 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Iran resmi memiliki pemimpin tertinggi baru setelah wafatnya Ali Khamenei dalam serangan udara yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Majelis Ahli Iran menunjuk putra mendiang pemimpin tersebut, Mojtaba Khamenei, sebagai penerus posisi tertinggi di Republik Islam.

Penunjukan ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa kelompok garis keras masih mempertahankan kendali dalam struktur kekuasaan Iran.

Media Iran melaporkan bahwa badan ulama tersebut memilih Mojtaba Khamenei, ulama tingkat menengah berusia 56 tahun, lebih dari sepekan setelah kematian ayahnya di tengah konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Salah satu anggota Majelis Ahli, Mohsen Heidari Alekasir, mengatakan bahwa kandidat pemimpin dipilih berdasarkan panduan yang diberikan Ali Khamenei sebelum wafat.

Ia menyebut bahwa pemimpin tertinggi Iran seharusnya bukan sosok yang disukai oleh musuh negara.

“Kandidat dipilih berdasarkan arahan Khamenei bahwa pemimpin tertinggi Iran seharusnya ‘dibenci oleh musuh’,” ujar Heidari Alekasir dalam video yang dirilis Minggu (8/3/2026).

Ia juga menyinggung pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menolak kemungkinan Mojtaba menjadi pemimpin Iran.

“Bahkan Setan Besar pun telah menyebut namanya,” katanya, merujuk pada sebutan yang kerap digunakan Iran untuk Amerika Serikat.

Tokoh Berpengaruh di Balik Layar

Menurut laporan Reuters, selama bertahun-tahun Mojtaba Khamenei dikenal sebagai tokoh berpengaruh di balik pemerintahan ayahnya.

Ia memperkuat posisinya melalui kedekatan dengan aparat keamanan serta jaringan ekonomi yang memiliki hubungan dengan kalangan militer, khususnya Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Mojtaba juga dikenal sebagai penentang kelompok reformis yang ingin membuka hubungan dengan Barat, terutama dalam upaya membatasi program nuklir Iran.

Kasra Aarabi dari organisasi kebijakan United Against Nuclear Iran mengatakan Mojtaba memiliki basis dukungan kuat di dalam IRGC.

“Ia memiliki basis dukungan yang kuat di kalangan generasi muda yang lebih radikal,” ujar Aarabi.

Di Iran, pemimpin tertinggi memegang kewenangan tertinggi dalam pengambilan keputusan negara, termasuk terkait kebijakan luar negeri dan program nuklir.

Negara-negara Barat selama ini berupaya mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran menegaskan program tersebut hanya ditujukan untuk tujuan sipil.

Tantangan Domestik

Meski kini memegang posisi tertinggi, Mojtaba diperkirakan akan menghadapi tantangan domestik yang tidak kecil.

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Iran beberapa kali menggelar demonstrasi besar yang menuntut kebebasan politik lebih luas, meskipun aksi tersebut kerap berujung pada penindakan keras oleh aparat keamanan.

Latar Belakang Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei lahir pada 1969 di kota suci Syiah Mashhad. Ia tumbuh ketika ayahnya aktif dalam gerakan oposisi terhadap Shah Iran sebelum Revolusi Iran 1979.

Saat masih muda, Mojtaba juga sempat terlibat dalam Perang Iran–Irak.

Ia kemudian menempuh pendidikan agama di kota Qom, pusat pembelajaran teologi Syiah di Iran, dan memperoleh gelar keagamaan Hojjatoleslam.

Meski memiliki pengaruh besar dalam lingkaran kekuasaan, Mojtaba tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan Iran dan jarang tampil di depan publik.

Peran besarnya di balik layar selama ini juga memicu kontroversi, karena sejumlah pihak di Iran menolak kemungkinan munculnya politik dinasti di negara yang lahir dari revolusi yang menggulingkan monarki pada 1979.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

23 hours ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x