x

Donald Trump Buka Kemungkinan Kirim Pasukan Darat AS ke Iran untuk Rebut Uranium

waktu baca 2 menit
Minggu, 8 Mar 2026 21:12 70 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengemukakan kemungkinan mengirim pasukan darat ke Iran untuk merebut persediaan uranium yang diperkaya di negara tersebut sebagai bagian dari upaya membongkar program nuklir Teheran.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan saat memberikan pengarahan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, seperti dilaporkan media Al Arabiya.

“Mungkin suatu saat nanti kita akan melakukannya. Itu akan menjadi hal yang hebat,” kata Trump.

Ia menambahkan bahwa opsi tersebut belum menjadi prioritas saat ini, namun tetap terbuka sebagai kemungkinan di masa depan.

“Kita belum mengejarnya, tetapi itu adalah sesuatu yang bisa kita lakukan nanti,” ujarnya.

Sejumlah pengkritik perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran menilai serangan udara saja tidak cukup untuk mencapai tujuan yang dinyatakan, yakni menghancurkan kapasitas militer Iran dan mencegah negara itu mengembangkan senjata nuklir.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan penggunaan pasukan darat secara umum, Trump tidak menutup peluang tersebut.

“Mungkinkah? Mungkin, untuk alasan yang sangat bagus—harus ada alasan yang sangat bagus,” katanya.

Trump juga menegaskan bahwa jika langkah itu dilakukan, kekuatan militer Iran akan dilumpuhkan terlebih dahulu.

“Jika kita pernah melakukan itu, mereka akan sangat hancur sehingga tidak akan mampu bertempur di darat,” ujarnya.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menghantam Iran “sangat keras” dan mengancam memperluas serangan terhadap target-target baru.

“Hari ini Iran akan dihantam sangat keras!” tulis Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.

Ia juga menyebut sejumlah wilayah dan kelompok yang sebelumnya belum menjadi target kini berada dalam pertimbangan untuk diserang.

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak akan menyerah kepada Israel maupun Amerika Serikat.

Amerika Serikat dan Israel diketahui memulai kampanye militer terhadap Iran pada 28 Februari. Sejak saat itu, Iran merespons dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke Israel serta kepentingan Amerika Serikat di kawasan, khususnya di wilayah Teluk.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Pezeshkian juga menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk atas dampak konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan menargetkan negara-negara tetangganya kecuali serangan berasal dari wilayah mereka.

Trump kemudian menanggapi pernyataan tersebut dengan menyebut Iran telah “meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah.”

“Iran bukan lagi ‘pengganggu Timur Tengah’, melainkan ‘pihak yang kalah di Timur Tengah’, dan akan tetap demikian selama beberapa dekade sampai mereka menyerah atau, kemungkinan besar, benar-benar runtuh,” tulis Trump.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

22 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x