Serangan udara dilaporkan terjadi di Teheran pada Sabtu (7/3/2026) malam ketika tiga depot minyak milik Iran menjadi sasaran. (@Iran Military) TODAYNEWS.ID — Serangan udara dilaporkan terjadi di Teheran pada Sabtu (7/3/2026) malam ketika tiga depot minyak milik Iran menjadi sasaran. Serangan tersebut disebut dilakukan oleh militer Israel dan memicu kobaran api besar di sejumlah fasilitas energi.
Api terlihat membumbung tinggi dari lokasi penyimpanan minyak yang terkena serangan. Peristiwa itu menciptakan pemandangan mencekam di beberapa wilayah ibu kota Iran.
Depot yang menjadi sasaran dilaporkan berada di kawasan Kuhak dan Shahran. Selain itu, fasilitas penyimpanan minyak di Karaj juga dilaporkan terkena serangan.
Serangan pesawat tempur tersebut memicu guncangan yang terasa di sejumlah wilayah Teheran. Saksi mata juga melaporkan terlihat bola api besar membumbung di langit setelah ledakan terjadi.
Serangan ini menjadi yang pertama kalinya menyasar infrastruktur energi Iran sejak gelombang serangan sebelumnya pada 28 Februari. Ketegangan antara Iran dan Israel pun kembali meningkat setelah insiden tersebut.
Salah satu depot yang terkena serangan berada di Karaj yang terletak di sebelah barat Teheran. Fasilitas itu merupakan bagian dari jaringan penyimpanan bahan bakar di wilayah tersebut.
Selain itu, kilang minyak utama Teheran yang berada di dekat distrik Shahr Rey juga dilaporkan menjadi sasaran. Lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu fasilitas energi penting di kawasan ibu kota.
Depot minyak di kawasan Shahran yang terletak di barat laut Teheran turut menjadi target serangan. Fasilitas tersebut sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan Israel pada Juni lalu.
Militer Israel kemudian mengonfirmasi serangan tersebut. Mereka menyatakan bahwa kompleks penyimpanan bahan bakar dan energi itu digunakan oleh angkatan bersenjata Iran.
Sementara itu, Kementerian Perminyakan Iran menyatakan tim darurat telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran berupaya mengendalikan kobaran api di sejumlah titik.
Pemerintah Iran juga memastikan langkah penanganan darurat terus dilakukan. Upaya pemadaman difokuskan pada fasilitas yang terdampak serangan udara tersebut.
Meski mengalami serangan terhadap fasilitas energi, pihak Iran menyatakan pasokan bahan bakar tetap aman. Pemerintah menyebut langkah antisipasi telah dilakukan sebelumnya untuk menghadapi kemungkinan serangan.
Kementerian Perminyakan Iran menegaskan tidak akan terjadi kekurangan bahan bakar maupun energi. Mereka menyebut tindakan pencegahan telah dipersiapkan untuk menghadapi situasi serangan seperti ini.