x

DPR Minta Pertamina Beri Penjelasan soal Cadangan BBM Nasional

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Mar 2026 23:00 35 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, meminta PT Pertamina (Persero) segera memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kondisi cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional.

Permintaan itu disampaikan Rivqy menyusul munculnya kepanikan di sejumlah daerah setelah pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut cadangan BBM Indonesia hanya cukup untuk sekitar 20 hari.

Menurutnya, pernyataan tersebut justru memicu keresahan di masyarakat hingga menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU di berbagai daerah.

“Imbas dari pernyataan ini, di beberapa daerah justru menimbulkan kekhawatiran berlebih di masyarakat. Banyak SPBU mengalami antrean panjang dan masyarakat saling berebut BBM,” ujarnya di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Politisi yang akrab disapa Gus Rivqy itu menjelaskan bahwa sistem pencadangan BBM di Indonesia pada dasarnya sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dan Pertamina dalam menyediakan dana serta fasilitas penyimpanan.

“Sepemahaman saya, kapasitas pencadangan kita memang sangat bergantung pada kemampuan dana dan fasilitas untuk menyimpan. Jadi pernyataan tersebut tidak bisa dimaknai secara sederhana seolah-olah cadangan BBM kita akan habis dalam waktu tertentu,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia menilai penting bagi Pertamina sebagai operator utama distribusi energi nasional untuk memberikan penjelasan yang lebih komprehensif kepada masyarakat mengenai ketersediaan BBM di Indonesia.

Rivqy menegaskan bahwa komunikasi publik yang jelas sangat diperlukan agar tidak menimbulkan kekhawatiran yang berpotensi memicu dampak sosial di tengah masyarakat.

“Saya berharap Pertamina juga ikut memberikan penjelasan kepada masyarakat agar kekhawatiran ini tidak berkembang dan tidak menimbulkan konflik horizontal yang justru merugikan masyarakat luas,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih mencukupi untuk kebutuhan 20 hari ke depan.

Hal itu disampaikan Bahlil menyusul ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran di tengah perang yang sedang berlangsung antara negara itu dengan Israel dan AS.

“Masih cukup, 20 hari,” kata Bahlil, di Istana, Jakarta, Senin (2/3/2026)

Meski selat Hormuz telah ditutup, Bahlil mengatakan bahwa kini belum ada dampak dari kenaikan harga terhadap subsidi BBM.

Namun, ia menyebut, ada kemungkinan terjadi koreksi harga terhadap harga minyak dunia imbas konflik Timur Tengah apabila terus berkepanjangan.

“Sampai hari ini enggak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x