x

Menteri Ekraf Apresiasi Inovasi Micro Cinema Layar Digi untuk Perluas Distribusi Film Nasional

waktu baca 3 menit
Kamis, 5 Mar 2026 21:40 23 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi kolaborasi Layar Digi dengan Alfamart dalam menghadirkan konsep micro cinema di berbagai daerah. Inovasi tersebut dinilai dapat memperluas akses distribusi film nasional kepada masyarakat.

Menurut Menteri Ekraf, kehadiran konsep micro cinema menjadi langkah baru dalam membuka akses masyarakat terhadap film Indonesia. Inovasi ini juga diharapkan memperkuat ekosistem perfilman nasional.

“Hari ini, kita melihat sebuah terobosan baru. Kehadiran micro cinema seperti Layar Digi menjadi solusi untuk memperluas akses pasar dan distribusi film nasional. Momentum ini sangat tepat ketika produksi film meningkat dan minat masyarakat menonton film nasional semakin tinggi,” ujar Teuku Riefky saat menghadiri peresmian Layar Digi Micro Cinema di Alfamart Agricola Gading Serpong, Tangerang, Kamis (5/3/2026).

Teuku Riefky menilai ekosistem perfilman Indonesia memiliki potensi besar dari sisi produksi maupun jumlah penonton. Namun distribusi film masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi.

Ia menjelaskan produksi film nasional terus meningkat setiap tahun. Di sisi lain, minat masyarakat terhadap film Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan signifikan.

“Kalau kita amati, produksi film Indonesia sudah sangat berkembang. Sekitar 176 film diproduksi setiap tahun dan jumlah penonton film nasional mencapai lebih dari 80 juta tahun lalu. Artinya, supply and demand sebenarnya sudah ada, yang menjadi persoalan justru distribusinya,” jelasnya.

Menurut Teuku Riefky, saat ini akses bioskop di Indonesia masih belum merata. Ia menyebut hanya sekitar 20 persen kabupaten atau kota yang memiliki fasilitas bioskop.

Dengan kondisi tersebut, konsep bioskop alternatif seperti yang dihadirkan Layar Digi dinilai memiliki potensi besar. Model ini diharapkan mampu menjangkau wilayah yang belum memiliki jaringan bioskop.

Layar Digi sendiri menghadirkan konsep micro cinema dengan memanfaatkan lantai dua gerai Alfamart sebagai bioskop mini. Desain modern, kursi nyaman, serta teknologi layar dan suara yang berkualitas dihadirkan untuk memberikan pengalaman menonton yang dekat dengan masyarakat.

Gerai Alfamart Agricola menjadi proyek percontohan yang mulai bertransformasi menjadi ruang kebersamaan baru. Tempat ini diharapkan menjadi lokasi berkumpul sekaligus ruang interaksi yang mendukung karya kreatif dan film Indonesia.

Komisaris Utama Layar Digi Rahayu Saraswati mengatakan gagasan menghadirkan micro cinema berangkat dari keinginan lama untuk membawa pengalaman menonton film hingga ke kota kecil dan desa. Ia menilai konsep ini dapat membuka peluang distribusi baru bagi para sineas.

“Konsep menghadirkan Layar Digi di desa atau kota-kota kecil sebenarnya sudah menjadi mimpi lama yang tertahan. Melalui Layar Digi, kami ingin menghadirkan akses menonton film yang lebih merata sekaligus mendukung para pembuat film agar karya mereka dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat,” ungkap Rahayu Saraswati.

Selain memperluas akses hiburan, inisiatif tersebut juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. Program ini juga berpotensi membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat ekosistem perfilman nasional dari hulu hingga hilir.

Ke depan, konsep micro cinema Layar Digi direncanakan diperluas ke berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini diharapkan menjadi solusi distribusi film sekaligus memperkuat posisi film Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan meningkatkan daya saing di pasar global.

Peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pelaku industri. Di antaranya Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu, Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama CEO Layar Digi Victor Timothy dan perwakilan dari Alfamart.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

13 hours ago
13 hours ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x