x

Iran Gempur Basis Kurdi di Irak di Tengah Laporan Rencana Persenjataan oleh AS

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Mar 2026 10:25 32 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Amerika Serikat dilaporkan akan mempersenjatai kelompok bersenjata Kurdi untuk menggulingkan pemerintahan Iran. Namun sebelum rencana tersebut terealisasi, Teheran lebih dulu menggempur basis pasukan Kurdistan Iran.

Stasiun televisi Iran, Press TV, melaporkan bahwa pasukan Iran melancarkan operasi yang menargetkan “pasukan separatis anti-Iran” di wilayah Kurdi di negara tetangga Irak. Media itu tidak merinci lokasi serangan.

Cuplikan video yang diunggah Press TV di media sosial X memperlihatkan ledakan yang menerangi langit malam selama operasi berlangsung. Tidak ada penjelasan lebih lanjut terkait titik serangan dalam laporan tersebut.

Sementara itu, Al Jazeera melaporkan beberapa ledakan terjadi di provinsi Sulaimaniyah, Irak utara. Sumber lokal menyebutkan serangan menargetkan markas besar Asosiasi Buruh Kurdistan atau Komala, kelompok bersenjata Kurdi Iran yang berbasis di Irak.

Serangan itu terjadi di tengah laporan bahwa kelompok bersenjata Kurdi Iran telah berkonsultasi dengan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir. Konsultasi tersebut membahas kemungkinan dan cara menyerang pasukan keamanan Iran di wilayah barat negara itu.

Menurut laporan kantor berita Reuters, koalisi kelompok Kurdi Iran yang bermarkas di perbatasan Iran-Irak telah berlatih untuk melancarkan serangan. Langkah itu disebut sebagai upaya untuk melemahkan militer Teheran.

Di sisi lain, kantor berita Tasnim membantah laporan tentang pejuang Kurdi bersenjata yang menyeberang dari Irak ke Iran. Bantahan ini muncul di tengah beredarnya berbagai kabar mengenai pergerakan kelompok tersebut.

Laporan mengenai aktivitas pejuang Kurdi juga disiarkan media Israel, The Jerusalem Post. Media itu menyebut ratusan pejuang Kurdi telah memulai aktivitas darat di dalam wilayah Iran dari daerah dekat perbatasan Irak, mengutip konfirmasi pejabat Israel dan Amerika.

Pasukan Kurdi yang beroperasi di sepanjang perbatasan Iran-Irak disebut sebagai salah satu kelompok oposisi bersenjata yang berpotensi menghadapi rezim di Teheran. Informasi itu merujuk pada laporan yang beredar di media internasional.

Menurut sumber-sumber Kurdi, pasukan tersebut telah mempersiapkan diri dalam beberapa hari terakhir untuk terlibat dalam operasi darat di Iran barat. Tujuannya disebut untuk menekan pasukan keamanan Iran dan menyebarkan mereka ke berbagai wilayah.

Di tengah dinamika tersebut, berbagai laporan internasional menyebut Presiden Donald Trump menyetujui bantuan paket persenjataan bagi kelompok bersenjata Kurdi. Kebijakan itu disebut sebagai kelanjutan perang Israel-AS dengan Iran yang telah memasuki hari kelima.

Al Jazeera melaporkan Trump dalam dua hari terakhir melakukan sejumlah kontak terkait situasi perang. Termasuk komunikasi dengan dua pemimpin kelompok bersenjata Kurdi di perbatasan Iran-Irak.

“Pemerintah Presiden Donald Trump secara aktif membahas kemungkinan untuk mempersenjatai kelompok-kelompok Kurdi,” tulis laporan yang dikutip dari Al Jazeera, Kamis (5/3/2026).

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
2 hours ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x