x

58 Ribu Jamaah Umrah Tertahan, DPR Minta Pemerintah Ambil Langkah Konkret

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Mar 2026 22:01 24 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret guna melindungi keselamatan sekitar 58 ribu orang jamaah umrah asal Indonesia yang tertahan di berbagai bandara akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Situasi ini membuat jamaah umrah tertahan dalam ketidakpastian, terutama terkait kepulangan ke Tanah Air.

Menurut Abidin, penutupan wilayah udara Timur Tengah pascaserangan tersebut telah menyebabkan penundaan penerbangan massal. Akibatnya, banyak jamaah berada dalam kondisi rentan tanpa kepastian logistik maupun jadwal pemulangan.

“Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Perhubungan harus melakukan koordinasi intensif agar pemetaan dan data jamaah yang terdampak agar segera menyediakan akomodasi darurat dan bantuan logistik.” kata Abidin di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, ia menilai pemerintah perlu menyiapkan rute alternatif serta skema evaluasi bertahap apabila situasi perang semakin memburuk dan membahayakan warga negara Indonesia di kawasan tersebut. Dengan demikian, keselamatan jamaah dapat tetap terjaga meskipun kondisi geopolitik belum stabil.

Ia menegaskan bahwa perlindungan WNI merupakan prioritas utama negara sebagaimana amanat konstitusi. Karena itu, respons cepat dan terukur dinilai sangat krusial dalam situasi darurat seperti sekarang.

Untuk itu, Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal dan mengikuti secara seksama perkembangan perang yang berkecamuk di Timur Tengah. Pemerintah juga diminta memastikan jamaah umrah tertahan dapat kembali dengan selamat.

“Pemerintah harus hadir penuh, jangan biarkan jamaah terlantar serta menghimbau jamaah pihak travel penyelenggara umrah agar tetap tenang patuhi instruksi KBRI Kementerian Luar Negeri RI,” katanya.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah terus memantau kondisi jamaah umrah Indonesia di Arab Saudi menyusul eskalasi keamanan yang berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju negara tersebut.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Puji Raharjo menegaskan pihaknya terus memonitor perkembangan situasi secara cermat.

“Kami mengimbau kepada seluruh jamaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” kata Puji Raharjo, Minggu (1/3).

Berdasarkan laporan melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sekitar 58.873 orang peserta umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.

Pemerintah memastikan jamaah dalam kondisi terpantau melalui koordinasi intensif dengan perwakilan RI dan otoritas setempat. Ke depan, langkah cepat dan terintegrasi menjadi kunci agar jamaah umrah tertahan dapat kembali ke Indonesia dengan aman dan tertib.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
7 hours ago
11 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x