Indonesia sukses luncurkan Satelit Nusantara Lima (N5). TODAYNEWS.ID — Pemerintah Qatar mengumumkan Angkatan Udaranya menembak jatuh dua jet tempur Iran pada Senin. Insiden itu terjadi ketika perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel meluas ke kawasan Timur Tengah.
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan dua pesawat Su-24 Iran berhasil ditembak jatuh. Selain itu, tujuh rudal balistik dan lima drone yang ditembakkan Iran juga disebut berhasil dicegat.
“Ancaman tersebut segera ditangani setelah terdeteksi, sesuai dengan rencana operasional, karena semua rudal ditembak jatuh sebelum mencapai targetnya,” kata kementerian tersebut, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).
Qatar mengutuk penargetan wilayahnya oleh Iran dan menyebut langkah tersebut sebagai tindakan “sembrono dan tidak bertanggung jawab”. Negara Teluk itu menjadi salah satu target pembalasan Teheran atas serangan AS-Israel yang menewaskan ratusan orang di seluruh Iran sejak Sabtu.
Dalam beberapa hari terakhir, Iran melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap target di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan negara lainnya. Serangan tersebut memperluas cakupan konflik di kawasan Teluk.
Iran tidak segera memberikan komentar atas pernyataan Kementerian Pertahanan Qatar. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Teheran berhak membela diri “dengan sekuat tenaga” sebagai respons atas serangan AS-Israel.
Serangan sebelumnya dilaporkan menewaskan beberapa pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Pernyataan itu disampaikan di tengah eskalasi militer yang terus berlangsung.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kepada Al Jazeera: “Angkatan Bersenjata Iran membela kedaulatan nasional dan integritas teritorial Iran terhadap tindakan agresi barbar ini.” Ia menegaskan langkah tersebut sebagai bentuk pertahanan diri.
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir-Saeid Iravani, juga menyatakan respons Teheran telah “sah, perlu, dan proporsional”. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers pada Senin.
“Kami hanya menargetkan sasaran militer pasukan musuh. Kami tidak menargetkan warga sipil. Kami tidak menargetkan kepentingan negara-negara tetangga,” kata Iravani.
Ia juga menambahkan, “Berdasarkan hukum internasional, setiap negara memiliki kewajiban untuk tidak membiarkan wilayahnya digunakan untuk tindakan agresi terhadap negara lain.”
Meski demikian, serangan Iran terhadap target AS dan Israel di Timur Tengah menuai kecaman dan meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik.
Sejumlah negara kawasan bersama AS pada Minggu mengutuk apa yang mereka gambarkan sebagai serangan rudal dan drone yang sembrono terhadap wilayah kedaulatan.
“Serangan yang tidak beralasan ini menargetkan wilayah kedaulatan, membahayakan penduduk sipil, dan merusak infrastruktur sipil,” kata negara-negara tersebut dalam pernyataan bersama.
Mereka juga menegaskan kembali hak untuk membela diri menghadapi serangan tersebut.
Serangan Iran turut memengaruhi sektor energi di kawasan Teluk. Perusahaan energi milik negara Qatar mengumumkan penghentian produksi gas alam cair (LNG) pada Senin akibat dampak serangan.
Penghentian itu memicu lonjakan harga gas global, dengan harga grosir acuan Belanda dan Inggris naik hampir 50 persen serta harga LNG acuan Asia meningkat hampir 39 persen.
Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan dua drone berupaya menyerang kilang Ras Tanura dan menyebabkan kebakaran kecil setelah berhasil dicegat, menurut laporan Saudi Press Agency.