x

Penerbangan Rute Timur Tengah Terdampak Konflik Iran-Israel, Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Mar 2026 09:01 40 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau maskapai yang mengoperasikan penerbangan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini disampaikan menyusul eskalasi konflik antara Iran dengan Israel dan sekutunya Amerika Serikat (AS) yang berdampak pada sejumlah rute internasional.

“Sebagian penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah turut terdampak, sebagian dibatalkan, namun ada perjalanan yang saat ini belum terdampak. Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi,” tutur Menhub Dudy di Jakarta, Minggu (1/3).

Seiring memanasnya situasi geopolitik, beberapa maskapai asing memilih membatalkan maupun menghentikan operasional menuju dan dari kota-kota di kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko terhadap keselamatan penerbangan Timur Tengah.

Maskapai yang tercatat membatalkan atau tidak mengoperasikan penerbangan di antaranya Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, IndiGo, SriLankan Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, dan Scoot.

Sementara itu, Saudia masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah kota tujuan. Oman Air tetap beroperasi seperti biasa. Adapun Ethiopian Airlines masih berjalan normal, meski menghentikan penerbangan ke Amman dan Tel Aviv.

Di sisi lain, dua maskapai nasional yang melintasi wilayah udara Timur Tengah yakni Garuda Indonesia dan Lion Air, sejauh ini belum terdampak langsung.

Menhub menyebut penerbangan menuju Jeddah masih berjalan normal. Namun, rute Garuda Indonesia menuju Amsterdam dialihkan melalui Kairo (Mesir) sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan penerbangan Timur Tengah.

Menhub menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai, pengelola bandara, serta otoritas asing guna memperbarui informasi keamanan wilayah udara.

Beberapa negara bahkan menutup ruang udaranya untuk seluruh penerbangan komersial maupun pribadi, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

“Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umroh,” imbuh Menhub.

Dengan adanya pembatalan dan penyesuaian jadwal, Menhub meminta maskapai serta pengelola bandara memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang terdampak. Proses tersebut mencakup pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, penyediaan akomodasi, hingga penjadwalan ulang penerbangan.

Meski demikian, operasional penerbangan internasional di seluruh bandara Indonesia dipastikan tetap berjalan aman dan lancar. Penumpang diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi resmi sebelum melakukan perjalanan ke atau melalui kawasan tersebut.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

19 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x