Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Senin (2/3/2026). TODAYNEWS.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Senin (2/3/2026). Indeks terkoreksi 206,29 poin atau minus 2,6% ke level 8.016.
Pergerakan saham menunjukkan tekanan luas di pasar. Sebanyak 109 saham menguat, 705 melemah, dan 144 stagnan.
Nilai transaksi tercatat tinggi mencapai Rp 28,34 triliun. Volume perdagangan melibatkan 52,08 miliar saham dalam 3,53 miliar kali transaksi, dengan kapitalisasi pasar turun menjadi Rp 14.357 triliun.
Berdasarkan data pasar, tiga saham dengan transaksi terbesar adalah Medco Energi (MEDC), Bakrie & Brothers (BNBR), dan Energi Mega Persada (ENRG). Namun ketiganya mencatat pergerakan berbeda.
MEDC naik 15,65% ke level 1.995 dan ENRG melonjak 25% ke 2.200. Sebaliknya, BNBR terkoreksi 14,95% ke posisi 182.
Mengutip Refinitiv, hanya sektor energi yang berada di zona hijau. Sektor lainnya bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan.
Tekanan terbesar datang dari saham perbankan dan emiten milik Prajogo Pangestu. Barito Renewables Energy (BREN) membebani -17,58 indeks poin dan Chandra Asri Pacific (TPIA) -13,48 indeks poin.
Saham bank berkapitalisasi besar turut menyeret indeks. Bank Mandiri (BMRI) menyumbang -15,53 indeks poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -14,15 indeks poin, dan Bank Central Asia (BBCA) -11,84 indeks poin.
Anjloknya IHSG terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan memuncak setelah kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan sikap negaranya melalui media sosial.
“Kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat,” tulisnya melalui unggahan di X, Senin (2/3/2026).
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyerukan perubahan di Iran.
“Saya menyerukan kepada semua patriot Iran yang mendambakan kebebasan untuk memanfaatkan momen ini untuk berani, gagah, heroik, dan merebut kembali negara Anda. Amerika bersama Anda,” kata Trump dalam pidatonya melalui video.
Di tengah gejolak tersebut, investor asing masih membukukan pembelian bersih Rp32,1 miliar sepanjang sesi I. Adaro Andalan Indonesia (AADI) mencatat net buy terbesar Rp168,2 miliar, diikuti Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS) Rp99,7 miliar dan Petrosea (PTRO) Rp90,7 miliar.