x

BNPB Rilis Jumlah Korban Meninggal pada Peristiwa Tanah Longsor di Cisarua 

waktu baca 3 menit
Sabtu, 24 Jan 2026 19:15 45 Asep Awaludin

TODAYNEWS.ID – Sebanyak 8 orang meninggal dunia akibat tragedi tanah longsor yang melanda wilayah Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Selain korban meninggal, dikabarkan pula ada 82 orang lagi yang masih dalam proses pencarian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerangkan bahwa peristiwa longsor dipicu akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Jumat (23/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Akibat longsoran tersebut, material berupa pasir dan batu menimbun permukiman warga dan menyebabkan korban jiwa.

“Selain korban meninggal dunia, 23 jiwa dilaporkan selamat. Bencana ini berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa, sementara jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan petugas di lapangan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat telah melakukan kaji cepat dan asesmen awal di lokasi kejadian serta melaksanakan upaya penanganan darurat dan pencarian korban,” tambahnya.

Ditambahkan, saat ini Kabupaten Bandung Barat dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor. Hal itu ditetapkan dalam Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025 yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026.

“Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak, termasuk proses pencarian korban serta penilaian kebutuhan darurat,” ujarnya.

Menurut Abdul Muhari, seiring dengan meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi untuk menurunkan intensitas curah hujan.

Om telah berlangsung sejak 12 Januari 2026 di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan mengerahkan dua unit pesawat, yakni PK-JVH dan CASA 212 A-2105, yang beroperasi dari Lanud Halim Perdanakusuma.

Dalam pelaksanaannya, pesawat PK-JVH melaksanakan 32 sortie di wilayah Jawa Barat dengan total bahan semai 32.000 kilogram selama periode 13-22 Januari 2026. Sementara itu, pesawat CASA 212 A-2105 melaksanakan 19 sortie di wilayah DKI Jakarta dengan total bahan semai 12.400 kilogram pada periode 16-22 Januari 2026.

Untuk mengoptimalkan pengendalian curah hujan, sejak 23 Januari 2026 BNPB menambah dua unit pesawat Caravan dalam pelaksanaan OMC. Operasi ini juga dapat diperluas ke wilayah Provinsi Banten apabila terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak aman.

Berita ini telah mengalami pembaruan setelah BNPB mengoreksi rilis, dari sebelumnya korban meninggal 7 orang menjadi 8 orang. ***

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
10 hours ago
14 hours ago
15 hours ago

LAINNYA
x
x