x

Penanganan Banjir Jakarta Barat Dipercepat, Gubernur Pramono Tambah Pompa dan OMC

waktu baca 3 menit
Sabtu, 24 Jan 2026 17:45 32 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau warga terdampak banjir Jakarta Barat yang mengungsi di Masjid Jami Baitul Rahmat, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/1). Dalam kunjungan itu, Gubernur Pramono menyerahkan bantuan berupa beras 500 kilogram, minyak goreng 50 pouch, mi instan 50 dus, kasur lipat 50 buah, matras 100 buah, selimut 100 buah, family kit 100 paket, serta pakaian anak (kids wear) 10 paket. Selain itu, ada tambahan dukungan dari PMI Provinsi DKI Jakarta berupa minyak penghangat tubuh.

“Pagi ini kami datang ke pengungsian di Rawa Buaya untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Gubernur Pramono.

Hingga Sabtu (24/1) pagi, tercatat 45 kepala keluarga atau 177 jiwa berada di lokasi pengungsian tersebut. Karena itu, Gubernur Pramono menegaskan penanganan banjir berjalan optimal dan seluruh pengungsi dalam kondisi sehat.

“Masyarakat berharap air segera surut. Untuk itu, saya telah memerintahkan Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menambah pompa. Saat ini sudah ada tambahan empat pompa, sehingga total pompa di lokasi ini menjadi tujuh unit,” jelasnya.

Selain penambahan pompa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menekan intensitas curah hujan. OMC dilakukan secara berkala, minimal dua kali dan maksimal tiga kali dalam sehari, menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Tujuan utama kita adalah menurunkan curah hujan agar masyarakat yang mengungsi dapat segera kembali ke rumah masing-masing,” imbuhnya.

Terkait wilayah Jakarta Barat yang terdampak cukup parah, Gubernur Pramono menerangkan bahwa kondisi ini dipicu kiriman air dari wilayah hulu, terutama Tangerang dan Tangerang Selatan. Aliran tersebut datang melalui Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart yang bermuara di Cengkareng Drain.

“Permukaan air di Cengkareng Drain sudah mengalami penurunan dari 350 menjadi 315. Batas aman berada di angka 310 dan ini terus kami kejar,” ungkapnya. Ia menambahkan, sejumlah ruas jalan seperti Jalan Daan Mogot sebagian besar sudah bisa dilalui, dengan sisa satu titik genangan di KM 13.

Dalam penanganan banjir Jakarta Barat, telah dikerahkan 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, 76 pompa mobile, dan 60 pompa apung atau portable. Selain itu, digunakan pula alat berat berupa 99 dump truck, 3 crane, 6 combi jetting, 59 excavator, 1 self loader, dan 1 wheel loader. Empat unit pompa tambahan juga didatangkan dari Suku Dinas SDA Jakarta Utara dan Jakarta Pusat untuk mempercepat proses penanganan.

Pemprov DKI Jakarta pun menyiapkan pos kesehatan serta layanan sosial bagi warga yang mengungsi di berbagai titik. Kolaborasi lintas perangkat daerah terus diperkuat agar kebutuhan dasar warga terpenuhi dan genangan cepat surut.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menyampaikan bahwa penyumbatan sampah di sungai telah berkurang signifikan. Namun, banjir yang terjadi saat ini lebih disebabkan curah hujan ekstrem yang rata-rata mencapai 200 milimeter per hari, bahkan hingga 260 milimeter di beberapa titik.

“Karena curah hujan yang ekstrem ini, kebijakan work from home dan school from home telah kami setujui, dan surat edarannya sudah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan serta Dinas Tenaga Kerja,” ujarnya.

Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Gubernur Pramono memerintahkan normalisasi Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Sungai Cakung Lama. Sementara itu, langkah jangka pendek dilakukan melalui OMC, pembersihan saluran air, serta imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Tanpa upaya bersama, banjir berpotensi terulang. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong menjaga lingkungan,” tutup Gubernur Pramono.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
10 hours ago
14 hours ago
14 hours ago

LAINNYA
x
x