Anggota Bawaslu RI, Puadi bersama Istri, Siti Nur Subhiani saat peluncuran buku berjudul ‘Dari Norma ke Praktik: Peran Strategis dalam Memperkuat Demokrasi Elektoral’. Foto: Akbar Budi Prasetia/TODAYNEWS TODAYNEWS.ID – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Puadi kembali meluncurkan karya tulis bukunya berjudul ‘Dari Norma ke Praktik: Peran Strategis dalam Memperkuat Demokrasi Elektoral’. Buku itu diterbitkan oleh Deppublish. Buku itu merupkan karya Puadi yang keempat.
“Ini buku keempat saya dari hasil disertasi saya,” kata Puadi saat memberikan sambutan pengantar dalam bedah bukunya yang diselenggarakan di Temu Kamu Coffee & Eatery, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (14/1/2026).
Puadi menjelaskan dalam bukunya itu membahas soal dinamika pengawasan dan penanganan pelanggaran yang dilakukan Bawaslu pada penyelenggaraan pilkada. Dia berujar, dinamika pada proses pemilihan begitu kompleks.
“Baik Pemilu 2014, atau 2017 untuk pilkada, yang isinya bagaimana praktik pemilu di lapangan. Fakta-fakta di lapangan mengalami sebuah dilema, dinamika,” urainya.
Adapun isu yang diangkat di antaranya; netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), politik uang, eks narapidanam serta keterwakilan perempuan dalam proses pengawasan yang dilakukan Bawaslu. “Ini saya catat dalam sebuah buku,” jelas Puadi.
Peraih gelar Doktor Politik Universitas Nasional (UNAS) itu berharap karya tulisannya bisa menjadi bahan untuk perbaikan pada sistem pemilihan yang akan datang. Menurut Puadi, norma dan praktik penyelenggaraan pemilihan ke depan akan semakin kompleks.
“Tentunya ini tidak terlepas dari fungsi administrasi, dan juga harus dibaca fungsi etis serta fungsi moril yang khas dilakukan penyelenggara pemilu,” kata Puadi.
Puadi menjelaskan buku ini membahas secara luas tentang demokrasi baik prosedural dan substansial. “Bisa menjadikan demokrasi ke depan lebih baik lagi,” pungkas Puadi.
Sementara itu, istri Puadi, Siti Nur Subhiani sangat mengapresiasi karya buku keempat tersebut. Bahkan, kata dia, keluarga sangat mendukung karya-karya Puadi. “Senang banget ya, akhirnya buku keempat ini bisa launching dengan segala tantangan dan usaha,” jelas dia.
Dia mengatakan Puadi selalu menyampatkan diri untuk menulis di tengah kesibukannya sebagai penyelenggara pemilu. “Semoga buku ini bisa menjadi referensi untuk penyelenggara pemilu lainnya seperti DKPP, KPU,” kata dia.
Tidak hanya itu, dia berharap buku karya Puadi bisa menjadi rekomendasi bagi para mahasiswa yang berkuliah di Fakultasi Ilmu Sosial dan Politik. “Semoga bermanfaat untuk semua,” tutup dia.