x

Prabowo: Pembangunan Bangsa Harus Rasional, Berbasis Sains dan Fakta

waktu baca 2 menit
Jumat, 7 Agu 2026 09:09 72 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya transparansi fakta dan pendekatan ilmiah dalam merancang arah pembangunan serta kebangkitan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan saat menerima para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Presiden mengajak jajaran pemerintah untuk membiasakan model kepemimpinan yang bersumber pada data konkret, bukan sekadar berandai-andai.

“Saya terutama mengajak tim saya dan saudara-saudara sekalian kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realita dengan keadaan yang sebenarnya. Kadang-kadang fakta itu ya tidak enak, kadang-kadang melihat realita itu tidak enak, terus terang saja,” kata Prabowo.

Ia menambahkan, keberanian dalam menerima kenyataan dan seburuk apa pun itu merupakan titik awal untuk merumuskan formulasi solusi yang presisi. Bangsa Indonesia tidak akan melangkah maju jika energi hanya dihabiskan untuk meratapi keadaan atau menyalahkan pihak lain tanpa perbaikan internal.

“Satu yang saya bilang, jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, karena itu tidak akan membantu,” katanya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa penguasaan sains dan teknologi menjadi salah satu kunci utama dalam membangun daya saing bangsa. Ia meyakini bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Jadi kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali, tapi ya apapun yang kita punya harus, saudara-saudara saintis kan, harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses,” lanjutnya.

Lebih jauh, Prabowo menekankan bahwa cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur dapat dicapai melalui pendekatan yang rasional dan berbasis ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, Presiden pun mengajak seluruh pihak untuk menjadikan fakta, sains, dan matematika sebagai landasan dalam mencari solusi atas berbagai tantangan bangsa.

“Kalau kita mendekati dengan cara saintifik, cara rasional, jangan dengan cara lain daripada rasional ya. Nanti kita akan keliru, rasional, science, mathematics, reality. Reality is science, reality is mathematics. Ya kalau kita mendekati dengan pola lain itu sudah masuk ke ranah lain, fakta. Nah jadi kadang-kadang fakta menyakitkan,” jelas Prabowo.

Arahan Presiden Prabowo tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat budaya pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) sekaligus menjadikan riset, inovasi, dan penguasaan sains sebagai motor penggerak pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

32 minutes ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
4 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor