Gedung Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) di Jakarta. (Foto: Istimewa) TODAYNEWS.ID – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memprioritaskan pelacakan aset milik PT Khazanah Tamma International atau Hanania Group beserta direktur utamanya guna memulihkan kerugian para korban dalam kasus dugaan penipuan investasi dan perjalanan umrah.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan penelusuran terhadap aset perusahaan, pemilik perusahaan, hingga aliran dana yang diduga mengalir ke sejumlah pihak lainnya.
“Kami sedang melakukan proses tracing aset terhadap aset-aset yang dimiliki oleh PT tersebut ataupun oleh pemilik, ataupun aliran dana yang mengalir pada pihak-pihak yang lain,” kata Iman saat konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian untuk mengembalikan kerugian yang dialami para korban.
“Hal ini tentunya kami lakukan dalam rangka upaya untuk melakukan pengembalian kerugian yang dialami oleh para korban,” katanya.
Selain fokus pada pelacakan aset, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya juga menegaskan akan mengusut tuntas aliran dana dalam kasus dugaan penipuan investasi dan perjalanan umrah yang melibatkan PT Khazanah Tamma International atau Hanania Group.
Dalam proses penyidikan, polisi turut menelusuri penggunaan dana para jamaah yang diduga tidak seluruhnya digunakan untuk penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah. Sebagian dana disebut dipakai untuk kebutuhan lain di luar kegiatan umrah, termasuk aktivitas pemasaran.
“Uang yang digunakan, sebagian digunakan untuk kepentingan di luar dari perjalanan umrah para jamaah, sebagian juga digunakan untuk membayar influencer (pemengaruh) sebagai kepentingan marketing (pemasaran),” kata Iman.
Karena itu, penyidik berencana meminta keterangan dari sejumlah selebgram maupun influencer yang diduga pernah mempromosikan paket perjalanan yang ditawarkan perusahaan tersebut.
“Tentunya, kami juga akan mengambil keterangan terhadap para seleb instagram yang ikut serta memberikan atau menjadi marketing dalam hal penawaran beberapa paket umrah yang ditawarkan oleh PT Hasanah Tama Internasional atau Hananiya Group tersebut,” ujar Iman.
Penyidik saat ini masih mendalami peran masing-masing pihak yang menerima aliran dana dari perusahaan tersebut. Pelacakan aset dan penelusuran transaksi keuangan diharapkan dapat membantu mengungkap keseluruhan skema perkara sekaligus memperbesar peluang pemulihan kerugian yang dialami para korban.