Laporan: Afrizal Ilmi
Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus saat RUPS di Jakarta, Rabu (26/8/2026). TODAYNEWS.ID — Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda sama-sama meraih hasil positif saat menghadapi klub kuat di kompetisi internasional. Dua hasil tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan daya saing klub-klub Indonesia di level Asia.
Persib mencatat kemenangan 1-0 atas FC Seoul dalam pertandingan AFC Champions League Two 2026/27 di Seoul, Korea Selatan. Maung Bandung mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dan membawa pulang tiga poin dari kandang lawan.
Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Persib karena FC Seoul merupakan salah satu klub papan atas Korea Selatan. Klub tersebut juga tengah bersaing di posisi teratas K League 1.
Bukan hanya Persib, Borneo FC juga mendapatkan hasil positif ketika menjalani pertandingan di kandang lawan. Pesut Etam mampu menahan imbang Buriram United dengan skor 0-0 di Thailand.
Buriram United merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara. Klub tersebut juga memiliki pengalaman tampil di AFC Champions League Elite sebagai kompetisi antarklub dengan level tertinggi di Asia.
Dua hasil tersebut memperlihatkan kemampuan klub Indonesia memberikan perlawanan ketika berhadapan dengan tim yang memiliki pengalaman dan kualitas tinggi. Performa Persib dan Borneo FC sekaligus menjadi bagian dari proses perkembangan sepak bola nasional.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus menyambut positif pencapaian kedua klub tersebut. Ia menilai hasil melawan FC Seoul dan Buriram United menjadi gambaran bahwa klub Indonesia berada dalam proses menuju daya saing yang lebih baik.
“Hasil yang diraih Persib dan Borneo FC tentu menjadi kabar positif bagi sepak bola Indonesia. Mereka mampu mendapatkan hasil ketika menghadapi tim-tim yang memiliki pengalaman dan kualitas tinggi di level Asia. Ini menjadi salah satu gambaran bahwa kita berada di jalur yang baik,” ujar Ferry Paulus.
Menurut Ferry, pencapaian klub di kompetisi internasional tidak dapat dipisahkan dari kualitas kompetisi nasional. Karena itu, pengembangan kompetisi domestik harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
“I.League dalam mengelola kompetisi tentu harus terus berada di jalur yang baik. Tetapi pekerjaan ini tidak berhenti sampai di sini. Kami akan terus melengkapi dan meningkatkan kualitas kompetisi agar klub-klub Indonesia semakin memiliki kemampuan untuk bersaing di level Asia,” lanjutnya.
Peningkatan kualitas kompetisi, kata Ferry, membutuhkan proses yang konsisten. Kompetisi nasional tidak hanya dituntut semakin baik pada saat ini, tetapi juga harus mampu menjadi fondasi bagi daya saing sepak bola Indonesia pada masa mendatang.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita terus meningkatkan mutu kompetisi. Kita ingin kompetisi Indonesia semakin baik dari waktu ke waktu dan mampu memberikan lingkungan yang semakin kompetitif bagi klub, pemain, pelatih, maupun seluruh ekosistem sepak bola. Karena tantangannya bukan hanya untuk hari ini, tetapi bagaimana kita bisa terus bersaing di tahun-tahun mendatang,” kata Ferry.
Hasil positif di kompetisi internasional juga dinilai dapat menjadi motivasi bagi seluruh stakeholder sepak bola nasional. Namun, Ferry mengingatkan agar pencapaian tersebut tidak berhenti pada satu atau dua pertandingan.
“Ketika klub kita mampu mendapatkan hasil positif melawan tim-tim kuat di Asia, tentu ini menjadi motivasi. Tetapi kita tidak boleh berhenti pada satu atau dua hasil. Justru ini harus menjadi dorongan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas kompetisi agar daya saing kita semakin baik,” ujarnya.
Bagi I.League, kiprah klub Indonesia di kompetisi internasional menjadi salah satu cara untuk mengukur perkembangan sepak bola nasional. Pertandingan melawan klub dari berbagai negara juga memberikan pengalaman sekaligus bahan evaluasi bagi klub-klub Indonesia.
Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda diharapkan dapat mempertahankan performa positif mereka di kompetisi internasional. Pengalaman yang didapat dari pertandingan tersebut juga diharapkan dapat dibawa ke kompetisi domestik.
I.League menilai proses peningkatan kualitas sepak bola nasional membutuhkan konsistensi. Pengelolaan kompetisi akan terus dilengkapi dan ditingkatkan agar mampu menciptakan lingkungan yang semakin kompetitif bagi klub, pemain, pelatih, dan seluruh ekosistem sepak bola.
Dengan demikian, performa Persib dan Borneo FC di level Asia tidak hanya menjadi catatan hasil pertandingan. Pencapaian tersebut juga menjadi bagian dari proses panjang untuk membangun kompetisi nasional yang semakin berkualitas dan mendukung klub Indonesia menghadapi persaingan Asia.
Editor: Aziz Arriadh