x

Pengungsi Banjir di Bidara Cina Mulai Terserang Gatal-gatal dan Batuk Pilek

waktu baca 4 menit
Jumat, 30 Jan 2026 16:44 72 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Pengungsi banjir di Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim) mulai mengeluhkan penyakit ringan akibat genangan yang merendam permukiman warga. Keluhan yang muncul cukup beragam, mulai dari batuk, pilek, hingga gatal-gatal pada kulit.

“Sampai saat ini tercatat 18 orang yang tidak sehat, rata-rata mengeluhkan batuk, pilek, dan gatal-gatal,” kata Lurah Bidara Cina Suhartono di Jakarta Timur, Jumat.

Suhartono menyebut, kondisi kesehatan para pengungsi banjir di Kelurahan Bidara Cina kini menjadi perhatian serius seiring bertambahnya jumlah warga yang mengungsi.

Banjir yang terjadi berdampak pada beberapa wilayah, dengan RW 11 dan RW 7 menjadi kawasan yang terdampak paling parah. Sementara itu, RW 5 dan RW 6 turut mengalami genangan dengan intensitas yang lebih ringan.

“Wilayah yang terdampak cukup signifikan ada di RW 11 dan RW 7, sedangkan RW 5 dan RW 6 terdampak namun tidak terlalu parah,” jelas Suhartono.

Akibat banjir tersebut, sebanyak 83 kepala keluarga (KK) dengan total 284 jiwa terpaksa mengungsi. Para pengungsi tersebar di sejumlah lokasi pengungsian, di antaranya kantor Kelurahan Bidara Cina, SDN 05 Bidara Cina, Gedung SKKT Kelurahan Bidara Cina, Masjid Jami Al Abror RW 11, serta GOR Otista. Kondisi ini membuat kebutuhan layanan dasar, terutama kesehatan, semakin meningkat.

Seiring bertambahnya jumlah pengungsi, keluhan kesehatan pun mulai bermunculan. “Dari Puskesmas Bidara Cina ada tiga petugas yang sejak pagi memberikan layanan kesehatan,” ucap Suhartono.

Munculnya penyakit tersebut dipicu oleh paparan air banjir, kondisi cuaca yang lembap, serta keterbatasan fasilitas sanitasi di awal masa pengungsian. Faktor-faktor ini memperbesar risiko gangguan kesehatan, khususnya pada anak-anak dan lansia.

Untuk mencegah kondisi memburuk, petugas Puskesmas melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi kepada warga agar menjaga kebersihan diri dan lingkungan pengungsian.

Selain layanan kesehatan, bantuan dari pemerintah daerah juga telah disalurkan. Bantuan datang dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, termasuk dukungan logistik dan kebutuhan pangan bagi pengungsi.

“Makanan sudah disiapkan dan akan dibagikan siang hari serta malam nanti,” ucap Suhartono.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih bersiaga di seluruh titik pengungsian untuk memantau kondisi warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang berisiko mengalami gangguan kesehatan lebih serius.

Dia mengimbau agar para pengungsi segera melapor kepada petugas apabila mengalami keluhan kesehatan, terutama gatal-gatal atau batuk yang tidak kunjung membaik, sehingga dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

Sebelumnya, BPBD Jakarta Timur mencatat, luapan Kali Ciliwung menyebabkan banjir merendam permukiman warga di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, sejak Kamis (29/1) hingga Jumat (30/1) pagi. Banjir berdampak pada dua RW dengan total ratusan jiwa terdampak.

Banjir terjadi di Jalan Baiduri Bulan RW 03 RT 12 serta RW 11 RT 06 dan RT 12. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 55 kepala keluarga atau sekitar 185 jiwa terdampak.

“Di RW 03 RT 12 terdapat 25 KK dengan 75 jiwa terdampak. Sementara di RW 11 RT 06 dan RT 12 ada 30 KK dengan total 110 jiwa,” kata Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur, Ali Kojim sat dikonfirmasi terpisah di Jakarta.

Menurut Ali, banjir disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung yang dipicu tingginya debit air kiriman. Ketinggian air mulai terpantau sejak Rabu (28/1) sore dan terus mengalami peningkatan hingga mencapai puncaknya pada Jumat dini hari.

Berdasarkan data BPBD, pada Rabu (28/1) pukul 15.00 WIB, ketinggian air masih berada di angka 10 sentimeter (cm). Namun air terus naik menjadi 50 cm pada pukul 17.00 WIB dan bertahan hingga malam hari.

Memasuki pukul 21.00 WIB, ketinggian air meningkat menjadi 80 cm dan bertahan hingga tengah malam.

Pada Kamis (29/1) dini hari, air kembali naik hingga mencapai 100 cm pada pukul 00.00 WIB dan terus meningkat menjadi 110 cm hingga siang hari.

Meski sempat berangsur surut pada sore hari hingga berada di kisaran 60 sentimeter, ketinggian air kembali fluktuatif hingga malam.

Situasi memburuk pada Jumat (30/1) dini hari. BPBD mencatat ketinggian air kembali naik signifikan dari 60 cm pada pukul 01.00 WIB menjadi 130 cm pada pukul 03.00 WIB, lalu pada pukul 05.00 hingga 06.00 WIB, ketinggian air mencapai 170 cm.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

15 hours ago
16 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x