Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas kritik pernyataan Presiden Prabowo soal ada ‘Penyusup’ di dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Dok Pribadi TODAYNEWS.ID – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas, menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut adanya pihak-pihak “penyusup” dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Fernando menilai pernyataan tersebut terkesan berlebihan dan menduga Prabowo sedang berupaya melimpahkan tanggung jawab atas serangkaian kendala yang terjadi selama masa kepemimpinan Dadan Hindayana saat menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
“Terlalu berlebihan dan sangat keliru kalau Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ada penyusup di BGN dan program MBG,” kata Fernando saat diwawancarai TODAYNEWS, Senin (13/7/2026).
“Seolah Prabowo ingin melempar kesalahan kepada orang lain atas kegagalan penyelenggaraan program MBG pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana,” tambah Fernando.
Menurut Fernando, alih-alih mencari kambing hitam, Prabowo seharusnya bersikap ksatria dengan meminta maaf kepada publik terkait belum maksimalnya program unggulan pemerintah tersebut.
“Akan lebih baik kalau Prabowo minta maaf daripada melempar kesalahan kepada pihak lain,” ujarnya.
Soroti Fungsi Pengawasan DPR
Lebih lanjut, Fernando juga menilai, pernyataan Prabowo itu hendak menegaskan bahwa masih lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Komisi IX DPR sebagai mitra kerja BGN.
“Selain itu menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Komisi IX DPR RI,” katanya.
Menurut Fernando, Komisi IX DPR semestinya mengoptimalkan fungsi pengawasannya dalam pelaksanaan program MBG oleh BGN, dan bukan justru ikut alur dalam proyek Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).
“Seharusnya Komisi IX DPR RI melakukan pengawasan bukan malah satu suara seperti paduan suara hanya membela program MBG selama ini atau bahkan ikut nimbrung buat dapur SPPG seperti informasi yang beredar selama ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian bendungan di Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026), mengungkapkan kekesalannya terhadap oknum yang mencoba menyalahgunakan program MBG.
“MBG kita teruskan! Tapi kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang nyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ,” ujar Prabowo.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran kepala daerah, mulai dari gubernur hingga kepala desa, untuk aktif melakukan pengawasan langsung terhadap dapur-dapur MBG.
Ia bahkan membuka ruang pelaporan langsung melalui media sosial jika ditemukan penyimpangan.
“Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa, boleh memeriksa semua dapur MBG Saudara periksa, laporkan ke Kepala BGN. Kalau perlu lapor ke saya. Gampang. Lapor di TikTok. Langsung aku kirim tim untuk selesaikan,” tegasnya.