x

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Perlu Diakui Industri hingga Level Internasional

waktu baca 2 menit
Minggu, 30 Agu 2026 05:34 25 Akbar Budi

TODAYNEWS.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi yang tidak sekadar menjadi bukti pelatihan, tetapi juga diakui industri hingga level internasional. Menurutnya, sertifikasi harus mencerminkan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja.

“Jangan sampai kita hanya memiliki sertifikasi, tetapi sertifikasi itu tidak diakui oleh industri. Karena itu, kompetensi dan sertifikasinya harus mendapatkan recognition, bahkan kalau bisa sampai di tingkat internasional,” kata Menaker saat meresmikan Training Center PT Dirgantara Indonesia (Persero) dalam rangka HUT ke-50 PTDI di Bandung, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Menaker, kebutuhan kompetensi tenaga kerja terus berubah seiring perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial (AI), otomasi, dan transisi hijau. Karena itu, pengembangan kompetensi perlu terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri agar tenaga kerja tetap relevan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Menaker meminta perusahaan mengembangkan training center menjadi Center of Excellence atau pusat keunggulan pada bidang kompetensi tertentu.

Pengalaman, teknologi, dan tenaga ahli yang dimiliki industri dapat menjadi modal untuk membangun pusat keunggulan yang menjadi rujukan pengembangan kompetensi.

“Kalau seseorang magang di perusahaan yang menjadi Center of Excellence, harapannya kompetensinya diakui oleh perusahaan lain di industri yang sama. Misalnya PTDI menjadi Center of Excellence untuk rumpun kompetensi kedirgantaraan,” ujarnya.

Menurutnya, pemagangan juga perlu diarahkan agar tidak berhenti pada pengalaman kerja. Program tersebut harus menghasilkan kompetensi yang terukur dan relevan dengan kebutuhan industri.

Karena itu, perusahaan diharapkan meningkatkan komitmen dalam menyediakan kesempatan pemagangan dan pelatihan bagi lebih banyak peserta.

Manfaat pelatihan yang terhubung dengan kebutuhan industri, lanjut Menaker, telah terlihat dari 60 teknisi muda yang mengikuti pelatihan di PTDI dan kemudian diterima bekerja pada perusahaan penerbangan di Korea Selatan.

Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang sesuai kebutuhan industri dapat membuka peluang kerja hingga pasar global.

Menaker juga meminta perusahaan mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan future skills melalui pelatihan dan pemagangan. Keterlibatan industri diperlukan agar kompetensi tenaga kerja terus selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

“Industri tidak hanya menjadi pengguna tenaga kerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan kompetensi tenaga kerja untuk menghadapi kebutuhan masa depan. Kita ingin perusahaan semakin aktif menjadi bagian dari penyiapan future skills,” katanya.

Menaker berharap, pengalaman dan keahlian yang telah dibangun selama 50 tahun PTDI dapat terus dikembangkan untuk menyiapkan SDM kedirgantaraan Indonesia yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor