x

Kisah Kedai Imah Seuri: Satu Piring, Seribu Harapan Anak Yatim

waktu baca 3 menit
Sabtu, 20 Jun 2026 20:42 18 Asep Awaludin

TODAYNEWS.ID – Di balik sajian nasi goreng hangat dan suasana kedai yang nyaman, tersimpan kisah tentang kepedulian, pemberdayaan, dan harapan bagi anak-anak yatim dan duafa di Kota Bandung. Itulah yang dihadirkan oleh Imah Seuri, sebuah rumah pembinaan yang didirikan oleh Kang Zaehanan sejak tahun 2010.

Berawal dari panggilan hati sepulang menunaikan ibadah haji, Kang Zaehanan ingin menghadirkan ruang aman bagi anak-anak yang kerap menghadapi rasa minder, keterbatasan, hingga perundungan di lingkungan sekitarnya.

“Anak-anak ini perlu tempat untuk tumbuh dan percaya pada dirinya sendiri. Di sini mereka didorong untuk produktif, kreatif, dan menemukan potensi terbaik yang mereka miliki,” ujar Kang Zaehanan.

Berlokasi di Jalan Terusan Sutami, Kota Bandung, Kedai Imah Seuri hadir sejak tahun 2023 sebagai salah satu upaya menciptakan kemandirian ekonomi bagi keberlangsungan pembinaan anak-anak yatim dan duafa. Awalnya, kedai ini dikelola oleh para ibu dari anak-anak binaan. Namun seiring perjalanan waktu, konsep tersebut terus berkembang hingga menjadi ruang sosial yang lebih luas.

Kini, banyak pengunjung datang bukan hanya untuk menikmati hidangan yang lezat dan terjangkau, tetapi juga untuk merasakan nilai-nilai kehidupan yang dihadirkan di dalamnya. Kedai ini menjadi tempat bertemu, berbagi cerita, sekaligus membuka wawasan tentang arti kepedulian sosial.

Sekitar 15 – 20 anak binaan aktif mengikuti berbagai kegiatan di Kedai Imah Seuri, terutama pada akhir pekan. Melalui berbagai aktivitas edukasi, kreasi, dan penguatan mental, mereka dibimbing untuk membangun kembali rasa percaya diri dan energi positif dalam diri mereka.

Menariknya, anak-anak tidak dipekerjakan di kedai. Namun, mereka secara sukarela dan penuh antusias terlibat dalam aktivitas pelayanan. Ada yang ingin menyapa pelanggan, mengantarkan pesanan, hingga membantu di berbagai sudut kedai.

“Tidak ada paksaan. Mereka menganggapnya seperti bermain dagang-dagangan. Justru mereka yang berlomba-lomba ingin membantu dan melayani,” kata Kang Zaehanan.

Keberadaan kedai ini juga menjadi salah satu sumber pendanaan untuk mendukung program pembinaan. Mengingat bantuan donatur tidak selalu tersedia, sebagian keuntungan yang diperoleh dialokasikan kembali untuk kebutuhan pendidikan dan pengembangan anak-anak binaan.

Mengusung suasana yang hangat dan homey, Kedai Imah Seuri dihiasi berbagai karya hasil kreativitas anak-anak yatim dan duafa. Mulai dari dekorasi, tanaman hias, hingga kerajinan tangan yang dipajang di berbagai sudut ruangan. Bahkan, sebagian karya tersebut dapat dibeli oleh para pengunjung sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas mereka.

Dari sisi kuliner, Kedai Imah Seuri menawarkan berbagai menu unggulan seperti Nasi Goreng Kecombrang, Nasi Goreng Teri, Roti Panas Dingin, hingga Pempek Tower. Seluruh menu dapat dinikmati dengan harga yang ramah di kantong, mulai dari Rp10.000.

Kedai ini beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung, setiap pelanggan yang memberikan ulasan di Google akan mendapatkan gantungan kunci sebagai kenang-kenangan.

Kisah Imah Seuri menjadi salah satu contoh nyata bahwa kolaborasi antara kepedulian sosial dan pemberdayaan ekonomi dapat menghadirkan perubahan yang berarti. Dari sebuah kedai sederhana di Kota Bandung, harapan dan senyuman terus tumbuh untuk masa depan yang lebih baik. ***

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor