x

Kemenhub Tetapkan 12 Terminal Baru untuk Perkuat Layanan Peti Kemas

waktu baca 3 menit
Jumat, 29 Mei 2026 22:09 18 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud mendorong Badan Usaha Pelabuhan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan peti kemas di berbagai pelabuhan Indonesia.

“Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerbitan rekomendasi teknis penetapan terminal peti kemas dari fasilitas yang sebelumnya berstatus multipurpose,” katanya dalam keterangan di Surabaya, Jumat.

Menurut Masyhud, pemerintah terus memperluas kapasitas layanan dengan menerbitkan rekomendasi teknis penetapan terminal peti kemas yang sebelumnya berstatus terminal multipurpose.

Setelah proses tersebut dilakukan, terminal kemudian ditetapkan sebagai terminal peti kemas oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) selaku penyelenggara pelabuhan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 50 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut.

Sepanjang 2025 hingga April 2026, tercatat sebanyak 12 lokasi terminal telah ditetapkan sebagai terminal peti kemas. Beberapa di antaranya adalah Pelabuhan Banten dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan standar kinerja pelayanan operasional yang mencakup produktivitas bongkar muat peti kemas serta kinerja peralatan yang digunakan di pelabuhan.

Evaluasi terhadap standar pelayanan tersebut dilakukan secara berkala guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna jasa.

Di sisi lain, pertumbuhan arus peti kemas yang terus meningkat turut direspons melalui percepatan pembangunan dan modernisasi infrastruktur pelabuhan nasional.

Selama periode 2025–2026, pemerintah bersama BUMN kepelabuhanan melalui dukungan APBN mendorong peningkatan kapasitas pelabuhan eksisting melalui pengembangan terminal peti kemas, pendalaman alur pelayaran, peningkatan kapasitas tambatan dan lapangan penumpukan, modernisasi alat bongkar muat, hingga percepatan digitalisasi layanan kepelabuhanan.

Dalam rentang waktu 2025 hingga 2026, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pelabuhan milik pemerintah juga telah dilaksanakan di 74 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat jaringan pelabuhan hub and spoke, mengembangkan pelabuhan pengumpul dan pengumpan di kawasan timur Indonesia, mengintegrasikan pelabuhan dengan kawasan industri dan hilirisasi, serta memperkuat konektivitas logistik nasional.

Penguatan infrastruktur ini juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan perdagangan intra-Asia sekaligus mempercepat agenda transformasi ekonomi nasional.

Dengan kapasitas dan kualitas layanan yang semakin meningkat, pelabuhan Indonesia diharapkan mampu mengimbangi pertumbuhan arus peti kemas domestik maupun internasional yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Direktur Utama Achmad Muchtasyar menyatakan bahwa arus peti kemas saat ini tengah mengalami tren pertumbuhan sehingga penguatan layanan pelabuhan menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.

Menurutnya, produktivitas terminal, digitalisasi layanan, kesiapan peralatan, keandalan fasilitas, serta integrasi rantai pasok nasional harus terus ditingkatkan agar arus barang tetap berjalan lancar, efisien, dan kompetitif.

Konektivitas logistik yang andal menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, perdagangan internasional, distribusi domestik, investasi, hilirisasi industri, hingga pemerataan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

12 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
5 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x
domain