x

Bahlil Beri Sinyal Penyesuaian Harga Pertamax, Ikuti Tren Minyak Dunia

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Apr 2026 11:11 20 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberi sinyal harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax berpotensi disesuaikan mengikuti harga minyak dunia. Pemerintah menegaskan penyesuaian hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi, sementara BBM subsidi tetap dijaga stabil.

Bahlil menjelaskan harga BBM nonsubsidi sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar global. Pergerakan harga minyak dunia menjadi acuan utama dalam penentuan harga di dalam negeri.

“Kalau harganya (minyak dunia) turun, ya nggak naik. Tapi kalau harganya begini terus (naik), ya mungkin (Pertamax) pasti ada penyesuaian,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia menyebut kondisi saat ini menunjukkan harga minyak dunia masih tinggi. Hal tersebut memengaruhi kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), harga minyak mentah Indonesia (ICP) dipatok di level US$70 per barel. Sementara harga minyak global saat ini berada di atas US$90 per barel.

Kondisi tersebut telah berdampak pada sejumlah BBM nonsubsidi lainnya. Beberapa jenis bahkan telah mengalami kenaikan harga.

Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Sementara Dexlite meningkat dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter.

Selain itu, Pertamina Dex juga mengalami kenaikan dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter. Kenaikan tersebut mencerminkan penyesuaian terhadap harga global.

Adapun harga Pertamax saat ini masih berada di level Rp12.300 per liter. Namun, Bahlil tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian ke depan.

“Saya katakan bahwa kalau yang untuk BBM non-subsidi itu ada penyesuaian harga. Tahap pertama mungkin sekarang dilakukan seperti sekarang. Tahap berikutnya kita lihat penyesuaian,” terangnya.

Meski demikian, pemerintah memastikan BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan. Kebijakan ini dilakukan untuk melindungi daya beli masyarakat.

Jenis BBM seperti Pertalite dan Solar tetap berada dalam kendali pemerintah. Harga keduanya diatur melalui mekanisme subsidi.

“Pemerintah bisa menjamin itu kan adalah harga subsidi dan itu kan peraturan Menteri ESDM 2022 kan sudah jelas itu ada formulasinya,” pungkas Bahlil.

Pemerintah menyerahkan penentuan harga BBM nonsubsidi kepada badan usaha. Langkah ini dinilai sebagai konsekuensi dari sistem harga berbasis pasar.

Ke depan, dinamika harga minyak dunia akan terus menjadi faktor penentu. Masyarakat pun diminta memahami perbedaan mekanisme antara BBM subsidi dan nonsubsidi.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

21 hours ago
1 day ago
1 day ago
4 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x