Atlet Timnas Indonesia Fitriana Sabatini saat tampil di FIP Bronze Banten 2026. Foto: Todaynews.id TODAYNEWD.ID – Atlet Indonesia senang bisa ambil bagian di FIP Bronze Banten. Turnamen di bawah naungan Federasi Padel Internasional (FIP) itu berlangsung di Dewa United Padel Tangerang, pada 13-19 Juli 2026.
“Seru banget ya secara permainan, sayang kita kalah di semifinal setelah berjuang di babak 8 besar yang sangat ketat,” jelas Fitriani Sabatini, yang merupakan salah satu pemain Timnas Indonesia yang ambil bagian di ajang ini.
“Dari kejuaraan ini banyak pelajaran yang diambil. Secara permainan harus latihan lagi, tambah pengalaman, fisik harus dibenerin lagi, dan mental. harus bekerja keras lagi karena ingin juara di FIP Bronze,” ungkap Fitriani.
“Melawan atlet luar negeri cukup berat. Mereka bisa membaca permainan dengan baik dan penempatan bolanya bagu. Beda jika lawan sesama atlet Indonesia, seperti bermain tenis, arah bolanya mudah dibaca,” jelasnya.
Ajang ini diramaikan 34 pasang pemain putri dan 108 pasangan putra. Peserta tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga ada yang dari luar negeri. Untuk atlet luar negeri datang dari 20-30 negara, di antaranya berasal dari negara dengan tradisi padel yang kuat seperti Spanyol, Argentina, dan Prancis.
Sementara untuk peserta lokal, beberapa di antaranya berlabel pemain timnas. Di antaranya adalah Armando Soemarno, Alvin Edison, Giorgio Soemarno, Bryan Husin, Irfandi Hendrawan, Mike Tanoso untuk kategori putra.

bce9e80c-564d-4dc0-968a-e6fb4db5ad1d

Ketua Bidang Acara Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) Ariel Arsiaditra Soehendra. Foto: Todaynews.id
Kemudian untuk kategori putri, ada Fitriani Sabatini, Fitriana Sabrina, Jessy Rompies, Beatrice Gumulya, dan Novela Putria serta Karyn Emeralda.
“Kami sangat senang karena secara pelaksanaan kejuaraan ini berjalan lancar dan atlet-atlet unggulan mencapai partai puncak. Ini seperti apa yang kami harapkan,” terang Ketua Bidang Acara Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) Ariel Arsiaditra Soehendra kepada wartawan di sela-sela acara.
“Untuk atlet kita, bermain di luar ekspektasi ya. Kita tahu banyak pemain Spanyol dan Argentina di ajang ini, bisa bersaing sampai level 16 besar,” lanjutnya.
“Sementara putra, sampai semifinal. Jadi secara keseluruhan, permainan berjalan sangat baik,” ujarnya.
“Kami juga senang dan optimis perkembangan Padel ke depan akan sangat baik karena euforianya bagus. Semakin banyak kompetisi akan semakin kompetitif dan berkembang,” terang Ariel.
Satu-satunya atlet Indonesia yang lolos semifinal adalah Fitriani Sabatini. Dia main berpasangan dengan atlet Venezuela Jessica Lucinda Palma Cruz. Sayangnya, perjalanan mereka harus terhenti usai kalah dari Victoria Kurz (Jerman)/Marcella Koek (Belanda).
Atlet Padel asal Venezuela jessica Lucinda Palma Cruz memberikan apresiasi atas pelaksanaan FIP Bronze Banten ini. Ajang yang mendapatkan dukungan dari Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) ini berkualitas.
“Saya senang. Amazing bermain di Indonesia. Antusiasmenya luar biasa dan atletnya juga abgus-bagus. Ini turnamen yang bagus dan kami bisa melaju sampai semifinal,” ucap Jessica.
Perkembangan padel Indonesia diharapkan berkembang pesat dengan banyaknya kompetisi. Salah satunya dengan hadirnya FIP Bronze Banten 2026. Ajang ini juga menunjukkan komitmen PBPI dalam membangun ekosistem olahraga padel yang semakin profesional.