x

Atasi Masalah Pasokan Listrik, Prabowo Minta Bahlil Segera Lakukan Langkah Taktis

waktu baca 2 menit
Selasa, 23 Jun 2026 09:12 33 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk mengambil langkah taktis dalam memastikan pasokan listrik masyarakat tetap berjalan optimal tanpa gangguan.

Hal itu disampaikan Bahlil usai menemui Presiden Prabowo bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (22/6/2026).

“Arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah segera memastikan untuk melakukan langkah-langkah yang terukur dalam rangka percepatan agar tidak lagi terjadi hal seperti ini,” ujar Bahlil.

Dalam pertemuan tersebut, Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah bersama PT PLN (Persero) telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah faktor yang memengaruhi stabilitas kelistrikan akhir-akhir ini di sejumlah wilayah Indonesia.

“Total konsumsi batubara PLN kita setiap tahun itu 154 juta ton. Sementara penugasan dari Kementerian ESDM kepada perusahaan-perusahaan untuk melayani PLN itu sudah sekitar 180-190 juta ton, yang sudah dikontrak oleh PLN 134 juta ton,” ujarnya.

“Sebenarnya, secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha, 134 juta untuk satu tahun, sekarang kan berbulan 6, itu harusnya no issue. Ternyata yang PLN keluhkan itu, atau PLN minta itu adalah kalori yang medium untuk blending,” lanjutnya.

Bahlil menyampaikan, pemerintah telah mengambil langkah untuk membantu PLN agar pelayanan listrik kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik. Selain itu, pemerintah juga resmi membentuk tim pengadaan batu bara lintas instansi agar persoalan serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Sudah kita pastikan bahwa sudah tidak ada masalah dan kita pemerintah sudah membantu PLN untuk bisa menjalankan. Tetapi yang lebih dari itu adalah kita meminta ke PLN agar segera melakukan maintenance, agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat,” tegas Bahlil.

Langkah preventif ini diambil karena pemerintah ingin memastikan pengawasan berjalan ketat dan pasokan energi nasional tidak lagi terganggu.

“Menurut kami, dari pihak regulator melihat, kalau ini tidak diawasi, kita tidak mau lagi seperti ini terus. Maka saya membentuk tim, tim pengadaannya itu dari PLN, Dirjen Batubara, BPKP, Inspektur Jenderal,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
21 hours ago
1 day ago
4 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor