x

Dua Tahun Asta Cita: Menakar Dampak Hilirisasi dan Akselerasi Ekonomi Jawa Timur

Laporan: Dhanis

waktu baca 3 menit
Sabtu, 24 Okt 2026 19:26 40

TODAYNEWS.ID – Dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum krusial untuk mengukur sejauh mana kebijakan pusat berdampak nyata di tingkat daerah.

Dalam panggung industrialisasi nasional, Jawa Timur (Jatim) kini menempati posisi strategis sebagai medan pembuktian efektivitas agenda hilirisasi dan integrasi infrastruktur kawasan.

Sebagaimana disampaikan Akademisi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Hendra Sukmana dalam diskusi publik bertajuk “2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, Hilirisasi dan Masa Depan Industri Jawa Timur” yang digelar Gerakan Masyarakat Madani (GMM) di Surabaya, Sabtu (24/10/2026).

Hendra menilai strategi hilirisasi yang diteruskan Presiden Prabowo membutuhkan dukungan infrastruktur lokal yang kokoh agar dampak ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu kunci utamanya adalah integrasi transportasi publik dengan kawasan-kawasan industri prioritas.

“Saya memandang hilirisasi salah satu Langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia,” kata Hendra.

Hendra menegaskan bahwa hilirisasi sumber daya alam (SDA) tidak boleh berhenti sebagai jargon politik, melainkan harus dikawal ketat agar menciptakan nilai tambah (added value) bagi warga lokal.

“Kebijakan Prabowo ini perlu dikawal secara konsisten agar kekayaan sumber daya alam Jawa Timur mempunyai nilai tambah bagi Masyarakat,” ujar Hendra.

Selain itu, Hendra juga menyebut Jatim sebagai urat nadi konektivitas antarkota dengan dengan adanya layanan bus Trans Jatim yang dinilai mampu memperlancar mobilitas tenaga kerja sekaligus memperkuat rantai pasok ekonomi masyarakat.

“Konektivitas antarkota memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan memperkuat hubungan antar-pusat kegiatan ekonomi,” ujar Hendra.

Ia memetakan wilayah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, hingga Malang sebagai koridor utama yang berpotensi melesat cepat berkat perbaikan konektivitas.

Di sisi lain, Madiun diproyeksikan menjadi penggerak baru industri di kawasan barat Jawa Timur seiring berdatangannya arus investasi.

Mengawal Asta Cita dari Daerah: Hilirisasi On The Track

Sementara itu, narasumber dari Aktivis Gerakan Masyarakat Madani, Anton Cahyono, mengungkapkan keyakinannya bahwa arah kebijakan pembangunan nasional yang tertuang dalam program Asta Cita berada di jalur yang benar (on the track).

Menurut Anton, komitmen penuh pemerintah dalam mengawal proses hilirisasi mulai menunjukkan hasil yang konkret, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat struktur ekonomi nasional.

“Kita harus percaya pada pemerintahan Prabowo yang sejauh ini sudah di lintasan dan berkonsentrasi penuh dalam mengembangkan proses hilirisasi dan masa depan industri Indonesia. Dan ini sudah terlihat hasil kerja beliau selama ini,” kata Anton.

Meski demikian, Anton menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi amat bergantung pada dua pilar: pengelolaan SDA yang bijak dan penguatan sumber daya manusia (SDM) atau pencetakan talenta lokal.

Tanpa industri pengolahan yang matang, menurutnya kekayaan alam Indonesia berisiko terus dieksploitasi hanya sebagai bahan mentah bernilai rendah.

“Dengan pengembangan industri yang tepat, kekayaan alam Indonesia tidak hanya menjadi komoditas mentah, tetapi mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar dan memperluas lapangan kerja,” tegas Anton.

Ia menambahkan, evaluasi terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo tidak bertujuan untuk mencari kekurangan semata, melainkan membangun partisipasi publik yang kritis dan solutif.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

LAINNYA