x

I Kadek Dwi Purwana Yasa Pecahkan Rekor Dunia di Asian Para Games 2026

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 3 menit
Selasa, 20 Okt 2026 15:00 4

TODAYNEWS.ID — Atlet para atletik Indonesia I Kadek Dwi Purwana Yasa meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia pada nomor lempar cakram putra F57 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Tampil di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Jepang, Selasa (20/10/2026), Yasa mencatatkan lemparan sejauh 49,75 meter.

Catatan tersebut melampaui rekor dunia miliknya sendiri, yakni 48,68 meter, yang dibukukan pada World Para Athletics Grand Prix 2026 di Meksiko, 21 Juli 2026. Yasa pun semakin mengukuhkan posisinya setelah melewati rekor sebelumnya yang dipegang atlet Brasil, Thiago Paulino dos Santos, dengan jarak 48,55 meter pada 2019.

Yasa menunjukkan peningkatan performa sepanjang pertandingan di Nagoya. Pada percobaan pertama, ia mencatatkan lemparan sejauh 46,79 meter sebelum meningkat menjadi 47,17 meter pada percobaan kedua.

Rekor dunia baru kemudian tercipta pada percobaan ketiga dengan jarak 49,75 meter. Yasa tetap mampu menjaga konsistensinya pada tiga kesempatan berikutnya dengan lemparan sejauh 49,71 meter, 49,46 meter, dan 43,67 meter.

Hasil tersebut menempatkan Yasa di posisi teratas, mengungguli dua pesaingnya. Atlet Uzbekistan Yorkinbek Odilov meraih medali perak dengan lemparan sejauh 45,10 meter, sedangkan wakil Irak Hussein Khazaee memperoleh perunggu setelah mencatatkan jarak 45,06 meter.

Keberhasilan Yasa menjadi kabar positif bagi kontingen Merah Putih dalam perjuangan di Asian Para Games 2026. Medali emas tersebut merupakan emas pertama Indonesia dari cabang para atletik sekaligus emas kedua kontingen Indonesia dalam ajang olahraga multicabang bagi atlet disabilitas se-Asia tersebut.

Sebelumnya, perenang Indonesia Maulana Rifky Yavianda lebih dahulu mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia. Rifky meraih podium tertinggi pada nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S12, Senin (19/10/2026).

Dalam nomor tersebut, Rifky mencatatkan waktu 55,34 detik. Ia mengungguli perenang Uzbekistan Dmitry Khorlin yang finis dengan waktu 55,44 detik, sementara atlet tuan rumah Jepang Genki Saito meraih perunggu dengan catatan 57,54 detik.

Keberhasilan Rifky dan Yasa menjadi pembuka positif bagi perjuangan Indonesia dalam perburuan medali di Aichi-Nagoya. Kedua atlet tersebut menunjukkan kemampuan bersaing di tingkat Asia melalui prestasi di cabang para renang dan para atletik.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sebelumnya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Rifky meraih emas pada hari pertama perebutan medali. Ia menilai pencapaian tersebut menjadi awal yang baik bagi perjalanan kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026.

“Alhamdulillah, emas pertama untuk Indonesia di Asian Para Games 2026! Selamat kepada Maulana Rifky Yavianda yang berhasil mempersembahkan medali emas dari cabang olahraga para renang nomor 100 meter gaya bebas S12. Ini menjadi awal yang sangat baik bagi perjuangan kontingen Merah Putih,” ujar Erick.

Erick menegaskan, prestasi Rifky merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani melalui latihan keras, kedisiplinan, dan persiapan matang. Menurutnya, kerja keras atlet, pelatih, serta seluruh tim menjadi bagian penting dalam upaya mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rifky, para pelatih, dan seluruh tim yang telah bekerja keras mempersiapkan diri. Di balik medali emas ini ada proses panjang, pengorbanan, disiplin, dan tekad yang tidak pernah padam untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” kata Erick.

Dengan tambahan emas dari Yasa, Indonesia kembali memperoleh hasil membanggakan pada hari kedua perebutan medali Asian Para Games 2026. Prestasi tersebut diharapkan dapat memacu semangat atlet Merah Putih lainnya untuk terus berjuang dan menambah perolehan medali bagi Indonesia.

 

Editor: Aziz Arriadh

Pilkada & Pilpres

LAINNYA