Laporan: Azis Arriadh
Gleneagles Hospital Penang yang merupakan bagian dari jaringan IHH Healthcare. Foto: Gleneagles Hospital Penang TODAYNEWS.ID – Peringatan Hari Jantung Sedunia yang jatuh setiap 29 September kembali menyoroti besarnya beban penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menyebut pembiayaan penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke, telah menyerap sekitar Rp23 triliun dana BPJS Kesehatan. Biaya satu tindakan pemasangan ring jantung dapat mencapai Rp40 juta hingga Rp60 juta. Sementara itu, operasi bypass dapat menelan biaya sekitar Rp150 juta dan penggantian katup jantung sekitar Rp200 juta.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito pada 16 September 2026 menjelaskan bahwa banyak kasus penyakit jantung berkaitan dengan faktor risiko yang tidak terkendali sejak awal. PERKI pun mendorong masyarakat untuk mengendalikan faktor risiko dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebelum gejala berat muncul.
Persoalannya, penyakit jantung koroner tidak selalu menunjukkan gejala pada tahap awal. Sebagian pasien baru mengetahui adanya penyempitan pembuluh darah setelah mengalami serangan jantung.
“Pasien yang datang kepada kami dengan serangan jantung sering mengatakan sebelumnya merasa sehat. Padahal, tekanan darah, gula darah, atau kolesterolnya sudah lama tinggi dan tidak pernah diperiksa. Skrining memang tidak dapat mencegah semua kasus, tetapi memberi kesempatan untuk bertindak lebih awal,” kata Datin Dr. Ong Mei Lin dari Gleneagles Hospital Penang, rumah sakit yang merupakan bagian dari jaringan IHH Healthcare Malaysia.
Skrining jantung terutama dianjurkan bagi orang dewasa berusia di atas 40 tahun serta mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, atau berat badan berlebih.
Jenis pemeriksaan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan tingkat risiko masing-masing pasien. Pemeriksaan dapat mencakup:
– pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh, dan lingkar pinggang;
– tes darah untuk mengetahui profil kolesterol, gula darah puasa, dan HbA1c;
– elektrokardiogram (EKG) untuk melihat irama dan aktivitas listrik jantung;
– treadmill test atau ekokardiografi apabila dinilai perlu oleh dokter; serta
– CT scan jantung, seperti CT calcium score atau CT koroner, bagi pasien dengan risiko lebih tinggi sesuai rekomendasi dokter.
Salah satu pemeriksaan lanjutan yang dapat digunakan adalah CT scan jantung. Pemeriksaan ini memiliki tantangan tersendiri karena jantung terus bergerak selama proses pemindaian sehingga gambar pembuluh darah koroner berisiko menjadi kurang tajam.
Pada kondisi tertentu, pasien dengan detak jantung cepat atau tidak teratur perlu mendapatkan obat untuk memperlambat denyut jantung terlebih dahulu. Pasien juga biasanya diminta menahan napas selama proses pemindaian.
Pada April 2025, Gleneagles Hospital Penang menjadi rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan CT scanner SOMATOM Pro.Pulse buatan Siemens Healthineers.
Perangkat tersebut menggunakan teknologi dual source, yakni dua tabung sinar-X dan dua detektor yang bekerja secara bersamaan. Satu pengambilan gambar dapat dilakukan dalam waktu 86 milidetik.
Menurut produsennya, kecepatan tersebut membantu menghasilkan gambar jantung yang lebih tajam, termasuk pada pasien dengan detak jantung tinggi atau tidak teratur, pasien yang kesulitan menahan napas, serta pasien lanjut usia dan anak-anak yang sulit berbaring diam. Sistem ini juga dapat menyesuaikan pengaturan pemindaian dengan kondisi masing-masing pasien, termasuk berdasarkan detak jantung dan kemampuan menahan napas.
“Teknologi pencitraan membantu dokter melihat kondisi pembuluh darah dengan lebih jelas. Namun, tidak semua orang membutuhkan CT scan jantung. Jenis pemeriksaan ditentukan berdasarkan faktor risiko, keluhan, dan hasil pemeriksaan awal. Yang terpenting, hasil skrining harus ditindaklanjuti bersama dokter yang merawat pasien sehari-hari, di mana pun pasien berada,” tambah Datin Dr. Ong Mei Lin.
Bagi masyarakat yang ingin memulai dari pemeriksaan dasar, Gleneagles Hospital Penang menyediakan paket skrining kesehatan yang mencakup konsultasi dan pemeriksaan fisik oleh dokter, EKG, pemeriksaan profil kolesterol, gula darah puasa dan HbA1c, serta rontgen dada. Treadmill test tersedia sebagai pemeriksaan tambahan sesuai kebutuhan.
Rincian paket dan tata cara pendaftaran tersedia melalui halaman paket skrining kesehatan Gleneagles Hospital Penang.
Sebelum menjalani pemeriksaan, pasien perlu berpuasa selama 8–10 jam dengan tetap diperbolehkan minum air putih. Pasien juga dianjurkan membawa hasil pemeriksaan atau rekam medis sebelumnya apabila tersedia.
Pasien dari Indonesia dapat mengatur jadwal pemeriksaan melalui kantor perwakilan IHH Healthcare Malaysia di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Batam.
IHH Healthcare Malaysia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda penanganan apabila mengalami gejala yang mengarah pada kondisi darurat jantung. Nyeri dada hebat, sesak napas mendadak, atau nyeri yang menjalar ke lengan maupun rahang membutuhkan pertolongan medis segera.
Pasien dengan gejala tersebut disarankan langsung menuju instalasi gawat darurat terdekat dan tidak menunggu jadwal pemeriksaan rutin.
Gleneagles Hospital Penang merupakan rumah sakit swasta dengan kapasitas 360 tempat tidur, didukung lebih dari 100 dokter konsultan spesialis dan lebih dari 1.000 staf. Rumah sakit ini merupakan bagian dari jaringan Gleneagles di bawah IHH Healthcare Malaysia serta melayani pasien lokal maupun pasien internasional dari negara-negara tetangga.
IHH Healthcare Malaysia mengoperasikan 18 rumah sakit dengan sekitar 3.600 tempat tidur di Malaysia melalui sejumlah merek, yaitu Gleneagles, Island Hospital, Pantai, Prince Court Medical Centre, dan Timberland Medical Centre.
Jaringan tersebut didukung lebih dari 15.000 staf dan 2.000 dokter konsultan. IHH Healthcare Malaysia merupakan bagian dari IHH Healthcare, penyedia layanan kesehatan terintegrasi yang beroperasi di 10 negara.
Editor: Azis Arriadh