x

Indonesia Pecahkan 9 Rekor di Asian Games 2026

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 4 menit
Senin, 5 Okt 2026 11:00 38

TODAYNEWS.ID — Tim Indonesia menutup perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan torehan lima medali emas. Selain melewati target, kontingen Merah Putih juga menciptakan sembilan catatan rekor di ajang olahraga terbesar Asia tersebut.

Indonesia mengoleksi total 39 medali pada Asian Games 2026. Rinciannya terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-16 klasemen akhir.

Lima emas Indonesia berasal dari cabang olahraga Olimpiade. Medali tersebut dipersembahkan bulu tangkis beregu putra, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Rahmat Erwin Abdullah, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Nurisa Dian Ashrifah.

Salah satu rekor paling menonjol lahir dari angkat besi melalui Rahmat Erwin Abdullah. Atlet Indonesia itu membukukan angkatan 206 kg pada clean & jerk dan total 366 kg di nomor men’s 75kg.

Kedua catatan tersebut sekaligus tercatat sebagai rekor dunia, Asia, dan Asian Games. Dengan demikian, penampilan Rahmat menghasilkan enam rekor sekaligus dan turut mengantarkannya meraih medali emas.

Panjat tebing juga menyumbangkan catatan rekor melalui Aditya Tri Syahri. Ia memperbarui Asian Games Record nomor men’s speed dengan waktu 4,62 detik dari catatan sebelumnya 4,95 detik milik Veddriq Leonardo di Hangzhou.

Desak Made Rita Kusuma Dewi kemudian memperkuat catatan Indonesia dari nomor women’s speed. Ia membukukan waktu 6,062 detik yang menjadi Asian Record sekaligus Asian Games Record.

Catatan Desak mempertajam dua rekor sebelumnya. Rekor Asia sebelumnya berada di angka 6,07 detik yang dibuat di Meishan, sedangkan rekor Asian Games berada di 6,52 detik yang dicatat di Hangzhou.

Selain rekor, Indonesia juga membawa pulang sejumlah sejarah baru dari Aichi-Nagoya. Emas beregu putra bulu tangkis mengakhiri penantian selama 28 tahun untuk kembali meraih emas Asian Games pada nomor tersebut.

Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin kemudian menambah emas Indonesia dari nomor ganda putra. Sementara itu, Nurisa Dian Ashrifah menciptakan sejarah melalui emas pertama Indonesia dari cabang panahan di Asian Games.

Nurisa atau Hani meraih emas setelah mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137 pada final compound individual putri. Hasil tersebut menambah daftar pencapaian bersejarah Indonesia di Aichi-Nagoya.

Cabang olahraga yang baru tampil di Asian Games juga memberikan kontribusi bagi kontingen Indonesia. Teqball, padel, MMA, dan surfing menyumbangkan medali perak maupun perunggu.

E-Sport turut mencatat pencapaian setelah membawa pulang medali pertama Indonesia sejak cabang tersebut dipertandingkan secara resmi di Asian Games 2022 Hangzhou. Capaian itu memperlihatkan bertambahnya cabang olahraga yang mampu menyumbangkan prestasi bagi Indonesia.

Perolehan Indonesia juga menghadapi tantangan karena beberapa nomor yang menjadi sumber emas pada Hangzhou 2022 tidak dipertandingkan di Aichi-Nagoya. Nomor tersebut antara lain 10 meter running target putra dan mixed serta dragon boat 1000 meter putra.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu mengapresiasi perjuangan seluruh pihak yang terlibat dalam Asian Games 2026. Ia menyebut kontingen Indonesia berhasil mengumpulkan 39 medali dengan lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

“Alhamdulillah, puji syukur. Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik,” ujar Todotua.

Todotua menyebut perolehan lima emas tersebut telah melewati target yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sebelumnya, Tim Indonesia ditargetkan meraih empat medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

“Berdasarkan target yang diberikan Kemenpora, empat emas, maka Tim Indonesia dalam Asian Games ini bisa mencapai sebanyak lima emas,” imbuhnya.

Menurut Todotua, pencapaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi berbagai pihak selama pelaksanaan Asian Games. Ia menyebut Tim CdM, NOC Indonesia, Kemenpora, dan cabang olahraga melakukan koordinasi serta konsolidasi dalam menghadapi kompetisi.

“Asian Games adalah ajang pertarungan yang penuh dengan tantangan. Tapi dengan koordinasi yang baik, dengan konsolidasi yang baik, kami dengan NOC, dengan Kemenpora dan khususnya para cabang olahraga yang mengikuti kompetisi ini, kita berkoordinasi dengan baik,” sebut Todotua.

Todotua juga mengatakan tantangan nonteknis selama pelaksanaan Asian Games dapat diselesaikan. Kondisi tersebut membuat para atlet tetap dapat berfokus menjalani pertandingan.

“Segala sesuatu tantangan-tantangan yang ada, secara nonteknis bisa kita selesaikan dengan baik. Kami merasa sangat berbahagia dan puas karena kita bisa mengantisipasi segala kendala yang terjadi di Nagoya dan memastikan para atlet kita bisa berlaga, bertanding dengan sebaik-baiknya, semaksimal mungkin,” ujar Todotua.

Dengan 39 medali, Indonesia menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan melampaui target emas yang telah ditetapkan. Torehan sembilan rekor dan sejumlah sejarah baru juga menjadi bagian dari catatan kontingen Merah Putih di ajang tersebut.

 

Editor: Aziz Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 days ago
4 days ago
5 days ago
5 days ago
5 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor