Nikah massal bertajuk “Ikatan Cinta” yang diikuti 40 pasangan dalam acara Satu Abad Rahmi Hatta berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). TODAYNEWS.ID — Genap satu abad usia Rahmi Hatta menjadi momentum bagi Yayasan Meutia Hatta Swasono meneruskan nilai kepedulian yang diwariskannya. Peringatan tersebut tidak hanya diisi kegiatan seni dan sejarah, tetapi juga aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Puncak rangkaian Satu Abad Rahmi Hatta berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Salah satu kegiatannya yakni nikah massal bertajuk “Ikatan Cinta” yang diikuti 40 pasangan.
Kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat dalam prosesi pernikahan yang berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan. Yayasan Meutia Hatta Swasono menjadikan kegiatan itu sebagai bentuk nyata penerusan nilai kepedulian Rahmi Hatta.
Ketua Pelaksana kegiatan Fajrin Saadi mengatakan nikah massal tersebut bukan sekadar bagian dari perayaan satu abad Rahmi Hatta. Kegiatan itu juga menjadi langkah awal yayasan meneruskan kepedulian keluarga kepada masyarakat.
“Ini bukan sekadar perayaan satu abad Rahmi Hatta,” ujar Fajrin. Menurut dia, masih ada masyarakat yang menghadapi kendala sosial dan ekonomi untuk melangsungkan pernikahan secara resmi.
Fajrin mengatakan persoalan administrasi dan status hukum perkawinan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Karena itu, yayasan ingin membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum.
Kegiatan tersebut turut disaksikan Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan sosial yang membantu masyarakat memperoleh kepastian dalam perkawinan.
Muhammad Syafi’i mengatakan perkawinan bukan hanya peristiwa agama dan sosial. Menurutnya, perkawinan juga merupakan peristiwa hukum yang memberikan kepastian terhadap hak dan kewajiban suami, istri, serta anak.
“Negara hadir bukan hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui pelayanan langsung kepada masyarakat,” kata Muhammad Syafi’i. Ia menilai kolaborasi pemerintah dan masyarakat sipil penting untuk membantu pasangan memperoleh kepastian hukum.
Selain nikah massal, rangkaian satu abad tersebut menghadirkan sejumlah kegiatan sosial lainnya. Yayasan Meutia Hatta Swasono juga menggelar donor darah, layanan pembuatan paspor, dan ruang bagi pelaku UMKM.
Rangkaian peringatan juga menghadirkan Fashion Performance Art “RUMAH” yang disutradarai Wawan Sofwan. Pertunjukan tersebut memadukan teater, fashion, musik, dan tari untuk menggambarkan perjalanan hidup Rahmi Hatta.
Koleksi busana pribadi Rahmi Hatta turut dihadirkan dalam pertunjukan tersebut. Busana itu diperagakan Top 4 Puteri Indonesia dan Abang None Jakarta Barat sebagai bagian dari upaya mempertemukan sejarah dengan perspektif masa kini.
Putri sulung Mohammad Hatta dan Rahmi Hatta, Meutia Hatta Swasono, mengaku terharu melihat kepedulian terhadap sang ibu diteruskan melalui kegiatan tersebut. Ia menilai warisan Rahmi Hatta tidak hanya berupa benda, tetapi juga contoh hidup yang dapat terus menjadi teladan.
Meutia menegaskan Yayasan Meutia Hatta Swasono tidak akan berhenti pada kegiatan nikah massal. Berbagai program sosial akan terus dikembangkan agar nilai kepedulian Rahmi Hatta dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Arifatul Choiri Fauzi.
Selain itu juga ada A.M. Hendropriyono, Kepala Badan Intelijen Negara Republik Indonesia periode 2001–2004, dan Wali Kota Bukittinggi Muhammad Ramlan Nurmatias.