Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty saat membuka kegiatan Media Gathering Bawaslu yang dirangkai dengan diskusi bertajuk “Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang 5 Tahun” di Pangandaran, Kamis (3/9/2026). Foto: TODAYNEWS/Dhanis TODAYNEWS.ID – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) Lolly Suhenty, meminta media massa memberikan refleksi secara jujur terhadap perjalanan lima tahun kepemimpinan Bawaslu RI.
Hal itu disampaikan Lolly saat membuka kegiatan Media Gathering Bawaslu yang dirangkai dengan diskusi bertajuk “Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang 5 Tahun” di Pangandaran, Kamis (3/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Lolly mengatakan forum media gathering diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk menghasilkan refleksi dan masukan bagi penguatan demokrasi di Indonesia.
“Sahabat-sahabatku sekalian, pada konteks hari ini, saya berharap ada tiga hal yang kemudian bisa kita lahirkan dari forum ini,” ujar Lolly di hadapan insan media.
Ia menjelaskan, hal pertama yang diharapkan adalah adanya refleksi yang jujur terhadap perjalanan lima tahun kepemimpinan Bawaslu.
Menurutnya, capaian positif yang telah dilakukan Bawaslu patut mendapatkan apresiasi. Namun, berbagai kekurangan juga perlu disampaikan secara terbuka agar dapat menjadi bahan evaluasi.
“Kami berharap ada refleksi jujur dari sahabat-sahabat sekalian, kalau bagus-bagusnya di mana? Karena yang baik, sekali lagi, layak diapresiasi. Kalau kurang, kurangnya pada konteks apa?” katanya.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu itu menilai kritik terhadap kekurangan lembaganya merupakan bagian penting dalam proses evaluasi.
“Kami ingin mendapatkan masukan yang kritis terhadap penguatan demokrasi ke depan,” tutur Lolly.
Menurut dia, keterbukaan terhadap kritik diperlukan agar Bawaslu dapat terus memperbaiki kinerja dan memperkuat perannya dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia.
“Dan yang ketiga, kami membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga dan membangun ekosistem demokrasi di Indonesia ke depan. Jadi, tiga hal ini yang kemudian mudah-mudahan bisa kita lahirkan di Pangandaran,” jelas Lolly.