x

Film Autopsy: Dead Body Can Talk Angkat Cerita Dokter Forensik Polri

waktu baca 3 menit
Rabu, 2 Sep 2026 19:55 34 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Rumah produksi Karya Kreatif Utama menggelar gala premier film Autopsy: Dead Body Can Talk di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026) malam. Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai Kamis (3/9/2026).

Film ini mengangkat kisah inspiratif Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti, dokter spesialis forensik yang dikenal melalui pengabdiannya mengungkap kematian tidak wajar. Sosok tersebut kemudian diperankan Masayu Anastasia dalam film yang memadukan penyelidikan ilmiah dengan sisi kemanusiaan.

Masayu memerankan Dr. Sumy Hastry yang berusaha mengungkap kebenaran di balik kematian melalui pembuktian forensik. Karakter tersebut menghadapi kasus mutilasi seorang perempuan tanpa identitas yang kemudian berkembang menjadi rangkaian misteri.

Dalam penyelidikannya, Hastry menemukan sejumlah firasat dan petunjuk yang berada di luar pendekatan forensik formal. Ia kemudian bekerja bersama asistennya, Yatna yang diperankan Riyuka Bunga, serta pembuat film dokumenter bernama Mojo yang dimainkan Ge Pamungkas.

Pendekatan Hastry tidak selalu mendapat penerimaan dari pihak kepolisian. Penyidik Rendra yang diperankan Teuku Rifnu Wikana memilih berpegang pada bukti materiil konkret dalam mengungkap kasus.

Untuk menghidupkan karakter tersebut, Masayu mengaku harus menjalani proses riset yang cukup panjang. Ia menyebut banyak hal baru yang harus dipelajari sebelum benar-benar memerankan sosok dokter forensik.

“Yang pasti, dibilang sulit, pasti sulit. Tidak ada yang tidak sulit karena banyak banget yang harus dipelajarin dan di-research juga,” kata Masayu.

Masayu juga mendapat dukungan dari sutradara Ozan Ruz selama proses produksi. Arahan tersebut membantunya memahami karakter dan menjalani proses syuting bersama para pemain serta kru.

Totalitas pendalaman karakter juga terlihat dari proses riset yang dilakukan Masayu bersama Ge Pamungkas. Keduanya bahkan mendatangi kamar jenazah kepolisian untuk melihat secara langsung kondisi serta proses penanganan jenazah.

Ge mengaku tidak menyangka ajakan Masayu tersebut berujung pada pengalaman pertamanya masuk ke kamar jenazah kepolisian. Ia menyebut pengalaman itu menjadi bagian penting untuk memahami dunia yang menjadi latar cerita film.

“Datang ke sini pertama kalinya seumur hidup saya. Saya nggak pernah membayangkan seorang Masayu Anastasia tuh akan nanya, ‘Ge, lu hari Sabtu free nggak? Ke kamar jenazah yuk,’ gitu,” ujar Ge.

Riset tersebut tidak hanya dilakukan oleh para pemain. Tim artistik juga membawa properti berupa tubuh jenazah ke lokasi untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi jenazah sebenarnya.

Ge mengatakan pihak kepolisian turut memeriksa hasil pekerjaan tim artistik agar gambaran jenazah dalam film terlihat sesuai kondisi nyata. Proses tersebut termasuk penggambaran kondisi jenazah yang telah meninggal selama beberapa hari.

Sutradara Ozan Ruz mengatakan film ini tidak hanya berfokus pada proses penyidikan ilmiah. Ia ingin menghadirkan sisi kemanusiaan melalui sosok Hastry yang berusaha memberikan suara kepada jenazah yang sudah tidak mampu berbicara.

“Yang dilakukan sama Dokter Hastry, dia melakukan itu, dia memberikan hati nurani kepada jenazah yang tidak bisa lagi bicara. Saya harap penonton bukan hanya sekadar membawa ceritanya yang melekat, tapi nilai empati tersebut,” kata Ozan.

Selain Masayu Anastasia, Ge Pamungkas, Teuku Rifnu Wikana, dan Riyuka Bunga, film ini turut dibintangi sejumlah pemeran lainnya.

Mereka di antaranya Samuel Rizal sebagai Harry, Indra Frimawan sebagai Warji, Zidni Hakim sebagai Yono, Andrew Suleiman sebagai Choii, Abdul Adul sebagai Yanto, Rina Tarigan sebagai Srikandi, dan Nagra Pakusadewo sebagai Aldi.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago
4 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor