x

Iran Ancam Ubah Strategi Perang Jadi Ofensif, Sebut Bisa Guncang Keseimbangan Dunia

waktu baca 2 menit
Jumat, 14 Agu 2026 13:10 39 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Penasihat sekaligus ajudan Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, Mohammad Mokhber, menyebut strategi Iran untuk mengalihkan perang ke fase ofensif dapat mengubah keseimbangan kekuatan dunia.

Mokhber mengaitkan strategi tersebut dengan perkembangan di sekitar Selat Hormuz serta ketidakmampuan Amerika Serikat (AS) melindungi sekutunya di kawasan Teluk Persia.

“Strategi tegas Pemimpin untuk menjadikan perang ofensif jika syarat-syarat Iran tidak dipenuhi pasti akan mengubah keseimbangan kekuatan di dunia,” tulis Mokhber seperti dilaporkan Press TV, pada Jumat (14/8/2026).

Sebelumnya, pada 30 April, Ayatollah Mojtaba Khamenei menyampaikan bahwa Iran telah memasuki fase baru dalam pendekatannya terhadap Teluk Persia dan Selat Hormuz.

“Hari ini, dua bulan setelah pengerahan militer dan agresi terbesar oleh para pengganggu dunia di kawasan ini, dan kekalahan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, babak baru sedang terungkap untuk Teluk Persia dan Selat Hormuz,” kata Khamenei.

Khamenei menegaskan Iran akan mengamankan Teluk Persia dan mencegah penyalahgunaan jalur perairan tersebut.

Dia juga menyebut pengelolaan baru Selat Hormuz akan memberikan manfaat bagi negara-negara di kawasan, termasuk melalui peningkatan aktivitas ekonomi.

Lebih lanjut, Mokhber mengatakan bahwa langkah Iran selanjutnya akan bergantung pada terpenuhi atau tidaknya sejumlah tuntutan Teheran.

Sejumlah syarat yang diajukan Iran meliputi penghentian ancaman terhadap Iran serta penghinaan terhadap nilai-nilai agama dan nasionalnya.

Teheran juga menuntut penghentian permanen perang dan agresi terhadap Iran serta sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak.

Selain itu, Iran meminta AS menghentikan blokade angkatan laut serta menarik pasukan angkatan laut dan udaranya dari sekitar Iran.

Iran juga menuntut kompensasi atas kerusakan akibat dua perang agresi, pencabutan sanksi AS, serta pembebasan tanpa syarat aset Iran yang dibekukan.

Mokhber kemudian menilai ketidakmampuan AS melindungi sekutunya di Teluk Persia telah membuka peluang bagi terbentuknya pengaturan keamanan regional baru yang tidak bergantung pada Washington.

“Dengan ketidakmampuan Amerika Serikat untuk melindungi sekutunya di Teluk Persia, cara paling berkelanjutan untuk tatanan baru di kawasan itu adalah penerapan mekanisme ekonomi-keamanan Hormuz, yang independen dari jaminan militer Washington,” tulis Mokhber.

Dengan demikian, Iran mengisyaratkan bahwa kegagalan memenuhi tuntutannya dapat mendorong perubahan strategi dari posisi defensif menuju fase ofensif, dengan Selat Hormuz sebagai salah satu titik penting dalam pengaturan keamanan kawasan.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
10 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor