x

Ketegangan Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Mentah Indonesia Juli 2026 Turun Jadi US$ 81,68 per Barel

waktu baca 2 menit
Selasa, 11 Agu 2026 13:58 70 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta pulihnya arus pasokan global mendorong penurunan harga minyak mentah pada Juli 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) Juli 2026 sebesar US$ 81,68 per barel, turun US$ 1,77 dibandingkan bulan sebelumnya.

Penetapan tersebut resmi tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 319.K/MG.03/MEM.M/2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa penurunan ini mencerminkan koreksi pasar global seiring terbukanya ruang diplomasi di Timur Tengah.

“Penetapan ICP bulan Juli 2026 sebesar US$81,68 per barel mencerminkan dinamika pasar minyak mentah global yang mengalami penyesuaian menyusul meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta pulihnya kembali arus pasokan minyak dunia,” kata Laode dalam keterangan yang diterima, Selasa (11/8/2026).

Tren pelemahan harga juga terjadi serentak pada sejumlah acuan minyak mentah dunia, di antaranya adalah ICP (Indonesia) turun US$ 1,77 menjadi US$ 81,68/barel (Juni: US$ 83,45/barel), lalu diikuti Brent (ICE) yang turun US$ 0,46 menjadi US$ 83,97/barel (Juni: US$ 84,43/barel).

Selanjutnya WTI (Nymex) turun US$ 2,57 menjadi US$ 79,22/barel (Juni: US$ 81,79/barel), dan Dated Brent turun US$ 2,06 menjadi US$ 83,41/barel (Juni: US$ 85,47/barel), serta OPEC Basket: mengalami penurunan US$ 7,00 menjadi US$ 82,74/barel (per 30 Juli 2026).

Menurut Laode, penurunan harga dipicu oleh de-eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada gencatan senjata serta pemulihan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Data Badan Energi Internasional (IEA) mencatat, kelancaran logistik di Selat Hormuz menambah pasokan minyak dunia hingga 4,1 juta barel per hari pada Juni 2026, membawa total produksi global mencapai 98,8 juta barel per hari.

Meski tren saat ini menurun, pemerintah tetap mewaspadai potensi volatilitas lanjutan akibat eskalasi militer skala terbatas maupun dinamika stok minyak mentah komersial AS.

Untuk itu, pemerintah berkomitmen menjaga transparansi formula ICP guna menyeimbangkan stabilitas fiskal, ketahanan energi nasional, serta iklim investasi hulu migas.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
12 hours ago
2 days ago
4 days ago
5 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor