x

Sikapi Temuan PPATK, Komisi III DPR Minta Polri Masifkan Pemberantasan Judol

waktu baca 2 menit
Kamis, 6 Agu 2026 08:30 34 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah, mendesak Polri untuk mengintensifkan langkah pencegahan dan penindakan judi online (judol) guna merespons temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mencatat tingginya perputaran uang judol di Indonesia.

Sebagai informasi, data PPATK menunjukkan perputaran dana judol pada Semester I 2026 menembus Rp86,82 triliun. Deposit masyarakat tercatat Rp22,05 triliun dari 226,76 juta transaksi, baik melalui perbankan, dompet digital, maupun QRIS.

Meski total nominal perputaran dana turun 12,9 persen dari periode yang sama di 2025 (Rp99,68 triliun), frekuensi transaksi justru melesat hingga 167,2 persen dan nilai deposit naik 26 persen. PPATK menilai para pelaku kini menggunakan pola transaksi yang semakin canggih dengan nominal lebih kecil, tetapi dilakukan berulang kali untuk menghindari deteksi.

“Data yang disampaikan PPATK harus menjadi bahan penting bagi Polri untuk melakukan pencegahan sekaligus penindakan terhadap praktik judi online di Indonesia. Jangan sampai angka transaksi yang terus meningkat ini dianggap sebagai hal biasa,” tegas Abdullah pada Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, peningkatan jumlah transaksi menunjukkan bahwa jaringan judol masih sangat aktif dan terus beradaptasi dengan berbagai modus baru untuk menghindari pengawasan aparat.

“Polri harus semakin getol melakukan penindakan terhadap pelaku judi online. Jangan pernah lelah memberantas kejahatan ini karena dampaknya sangat merusak masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun sosial,” tegasnya lagi.

Abdullah juga mendorong Polri memperkuat sinergi dengan PPATK dalam menelusuri aliran dana dan membongkar jaringan pelaku hingga ke aktor intelektual yang berada di balik bisnis haram tersebut.

Ia juga menyoroti temuan PPATK mengenai lebih dari enam juta transaksi yang berkaitan dengan Piala Dunia hanya dalam kurun waktu satu bulan.

Menurut Abdullah, hal tersebut menunjukkan bahwa setiap momentum besar, terutama ajang olahraga internasional, selalu dimanfaatkan jaringan judi online untuk menjaring korban baru.

“Piala Dunia menjadi momentum dan pintu masuk perjudian. Temuan jutaan transaksi dalam waktu singkat menunjukkan betapa cepat jaringan judi online memanfaatkan perhatian publik. Karena itu, aparat harus melakukan langkah antisipatif jauh sebelum event-event besar berlangsung,” ujarnya.

Untuk itu, politisi PKB itu menegaskan bahwa Indonesia saat ini sudah berada dalam kondisi darurat judol sehingga membutuhkan langkah-langkah yang luar biasa dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Selain penindakan, Abdullah meminta pemerintah bersama Polri terus mengintensifkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya judol, terutama bagi generasi muda yang menjadi sasaran utama para pelaku.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
4 days ago
4 days ago
1 week ago
1 week ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor