x

Purbaya Waspadai Dampak Konflik AS-Iran terhadap Ekonomi Indonesia

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Agu 2026 16:50 38 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan risiko ekonomi global kembali meningkat pada kuartal III-2026. Kondisi itu dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Purbaya mengatakan ketegangan tersebut kembali mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Sebelumnya, lalu lintas sempat membaik setelah interim deal antara kedua negara pada pertengahan Juni 2026.

“Lalu lintas di Selat Hormuz yang sempat membaik setelah interim deal antara AS dan Iran pada pertengahan Juni 2026 kembali terhambat reeskalasi intensitas perang antara AS dan Iran pada awal Juli 2026,” kata Purbaya di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Di tengah tekanan tersebut, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Dalam World Economic Outlook edisi Juli 2026, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan sebesar 3 persen pada 2026.

Proyeksi itu lebih rendah dibandingkan perkiraan IMF pada April 2026 yang mencapai 3,1 persen. Penurunan tersebut terjadi ketika inflasi global masih mengalami tekanan.

Meski demikian, Purbaya menilai ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026 masih terjaga di tengah tantangan eksternal.

Menurutnya, daya beli masyarakat tetap terpelihara dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Investasi juga diperkirakan tumbuh kuat berkat proyek hilirisasi bernilai tambah tinggi dan pembangunan infrastruktur.

Purbaya mengatakan konsumsi pemerintah diproyeksikan meningkat seiring percepatan belanja program prioritas. Pembayaran gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN) dan bantuan sosial turut menopang konsumsi tersebut.

Ia menambahkan koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga likuiditas perekonomian dan sektor perbankan. Kondisi itu tercermin dari pertumbuhan uang primer yang masih tinggi hingga Juli 2026.

“Koordinasi antara pemerintah dan BI terus diperkuat dalam menjaga kecukupan likuiditas perekonomian dan perbankan,” ujar Purbaya.

Di sisi lain, aktivitas manufaktur yang sempat melambat pada akhir kuartal II mulai kembali berekspansi pada Juli 2026. Menurut Purbaya, kondisi itu menunjukkan optimisme pelaku usaha mulai pulih.

Dengan dukungan sinergi kebijakan pemerintah dan seluruh anggota KSSK, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,6 hingga 6 persen secara tahunan.

Ia menilai koordinasi lintas otoritas akan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
6 days ago
1 week ago
1 week ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor