Aksi Kiandra Ramadhipa di Redbull Rookies Cup 2026. (IG/mk.ramadhipa212) TODAYNEWS.ID — Perburuan gelar Moto3 Junior 2026 belum menemukan pemiliknya. Di tengah persaingan yang begitu rapat, pembalap muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa masih menjaga keyakinan bahwa peluang menjadi juara belum tertutup.
Posisi kelima klasemen sementara memang belum menjadi tempat yang ideal. Namun dengan 64 poin yang telah dikumpulkan, pembalap asal Sleman itu hanya terpaut 30 angka dari pemuncak klasemen, Carlos Cano, saat kompetisi masih menyisakan tiga seri.
Bagi Ramadhipa, musim ini menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, hampir semua pembalap memiliki kemampuan yang setara sehingga setiap balapan berlangsung jauh lebih ketat.
“Kalau di Moto3 Junior semuanya rata. Levelnya lebih tinggi dan lebih merata daripada tahun lalu,” kata Ramadhipa.
Ia menilai pada musim lalu masih ada beberapa pembalap yang memiliki keunggulan mencolok dibanding rival lainnya. Nama-nama seperti Hakim Danish dan Veda Ega Pratama menjadi pembeda dalam persaingan saat itu.
“Tahun lalu, masih ada Hakim Danish, Veda Ega Pratama, dan beberapa pembalap yang satu tingkat di atas. Tahun ini lebih rata dan sengit, itu perbedaannya,” ujarnya.
Persaingan yang merata membuat setiap kesalahan memiliki konsekuensi besar. Satu kesalahan kecil saja dapat mengubah posisi finis karena seluruh pembalap mampu mencatatkan kecepatan yang nyaris seimbang.
“Setiap kesalahan kecil dapat memengaruhi posisi finis karena para pembalap memiliki kecepatan yang relatif berimbang,” tutur Ramadhipa.
Situasi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Ramadhipa yang dalam beberapa balapan terakhir belum mampu menembus 10 besar saat garis finis. Meski demikian, peluang untuk mengejar para pesaing masih terbuka karena masih tersedia enam balapan dari tiga seri tersisa.
Secara matematis, Ramadhipa masih berpeluang meraih tambahan maksimal 150 poin. Dengan selisih yang belum terlalu jauh dari puncak klasemen, setiap balapan akan menjadi penentu dalam perebutan gelar musim ini.
Harapan tersebut semakin besar karena seluruh sirkuit yang tersisa bukan lagi lintasan asing bagi pembalap berusia muda itu. Valencia, Aragon, dan Misano pernah ia jajal sehingga proses adaptasi diyakini tidak akan memakan waktu lama.
“Di sisa tiga seri ini saya sudah pernah balapan di semua sirkuitnya. Tinggal adaptasi dengan setelan motor saja. Saya optimistis hasilnya positif,” kata Ramadhipa.
Di tengah perjuangannya mengejar gelar Moto3 Junior, Ramadhipa juga harus membagi fokus ke ajang Red Bull Rookies Cup 2026. Hingga kini ia berada di posisi ketiga klasemen dengan koleksi 101 poin, terpaut 47 angka dari pemimpin klasemen Benat Fernandez.
Dengan empat balapan yang masih tersisa di Red Bull Rookies Cup, peluang Ramadhipa untuk bersaing di dua kejuaraan sekaligus masih terbuka. Tantangan memang tidak ringan, tetapi musim 2026 masih menyimpan kesempatan besar bagi salah satu talenta terbaik balap motor Indonesia tersebut.