x

Antisipasi Rabies di Bali, Kemenkes Diminta Jamin Stok Vaksin dan Serum Aman

waktu baca 2 menit
Selasa, 23 Jun 2026 23:04 32 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IX DPR RI dari Dapil Bali, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menjamin ketersediaan Vaksin Antirabies (VAR) dan Serum Antirabies (SAR) di Provinsi Bali.

“Saya meminta agar Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin antirabies dan serum antirabies benar-benar mencukupi,” kata Tutik usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Menkes di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, langkah ini dinilai krusial mengingat Bali memiliki populasi anjing tertinggi di Indonesia, yang berbanding lurus dengan tingginya risiko penularan rabies.

Tutik memandang, ancaman rabies tidak hanya berdampak pada keselamatan warga lokal, tetapi juga berpotensi mencoreng citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.

“Bali memiliki populasi anjing yang sangat tinggi dan ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat Bali yang mengandalkan sektor pariwisata,” ujarnya.

Legislator Fraksi Partai Demokrat itu menegaskan bahwa isu rabies tidak boleh dianggap remeh karena dapat memberikan dampak negatif terhadap sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian Bali.

Selain itu, Tutik mendorong penguatan kolaborasi lintas kementerian, khususnya antara Kemenkes, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, serta pemerintah daerah agar program pencegahan dan pengendalian rabies dapat berjalan efektif hingga tingkat daerah.

Menurutnya, selama ini upaya pencegahan masih dilakukan secara parsial dan belum menjadi gerakan terpadu yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Program nasional harus benar-benar terimplementasi sampai ke daerah. Jangan hanya berhenti di tingkat pusat. Di lapangan, gerakan pencegahan rabies masih berjalan secara parsial dan belum terkoordinasi secara menyeluruh,” kata Legislator dapil Bali ini.

Tutik menilai Menteri Kesehatan telah menunjukkan komitmen dan perhatian yang baik terhadap penanganan rabies. Namun, tantangan utama saat ini adalah memastikan implementasi program berjalan optimal di daerah.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya komunikasi dan kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pelaksanaan program akibat sistem otonomi daerah.

“Komunikasi dan kolaborasi sampai ke tingkat daerah sangat penting. Semua pihak harus bergerak bersama agar program dapat berjalan efektif,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

10 hours ago
11 hours ago
18 hours ago
1 day ago
2 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor