x

Tembus Batas Digital: Kolaborasi Komdigi-DNIKS Buka Peluang Ekonomi Kreatif bagi Disabilitas

waktu baca 2 menit
Jumat, 19 Jun 2026 23:58 30 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Transformasi digital yang inklusif bukan lagi sekadar wacana, melainkan hak nyata yang harus dikecap oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas.

Menegaskan komitmen tersebut, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sukses membekali komunitas disabilitas lewat Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Program Pandu Literasi Digital.

Ketua Umum DNIKS, A. Effendy Choire atau biasa disapa Gus Choi, menyatakan bahwa penguasaan teknologi adalah kunci utama bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan kesetaraan kesempatan, baik di bidang pendidikan, sosial, hingga menembus pasar kerja.

“Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses pengetahuan, informasi, serta kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan nasional. Perkembangan teknologi digital harus menjadi sarana pemberdayaan bagi semua warga negara tanpa terkecuali,” tegas Gus Choi saat menutup pelatihan tersebut di Kantor DNIKS, Jumat (19/6/2026).

Gus Choi menegaskan bahwa transformasi digital harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas.

“Literasi digital merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong kesetaraan kesempatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa penguasaan teknologi informasi akan membuka peluang yang lebih besar bagi penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, hingga aktivitas sosial di tengah masyarakat.

“Tentu kita mengapresiasi kerja sama antara Komdigi dan DNIKS yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan transformasi digital yang inklusif dan berkeadilan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DNIKS RA Dya Loretta Kartikasari mengatakan Program Pelatihan TIK dan Pandu Literasi Digital merupakan bagian dari upaya memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan era digital.

Melalui pendekatan yang ramah disabilitas, peserta dibekali berbagai materi mulai dari pemanfaatan internet secara produktif, keamanan digital, etika bermedia digital, hingga pengembangan peluang ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Lebih jauh Loretta-sapaan akrabnya, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Komdigi merupakan bentuk nyata komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan sosial kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

“Melalui peningkatan literasi digital, diharapkan para peserta mampu menjadi individu yang lebih mandiri dan memiliki daya saing di era digital,” ujarnya.

Sinergi antara Komdigi dan DNIKS ini direspons dengan antusiasme tinggi oleh komunitas disabilitas.

Setelah lulus dari pelatihan ini, para peserta tidak hanya siap memanfaatkan ruang digital untuk keperluan pribadi atau bisnis, tetapi juga didorong untuk menjadi Agen Literasi Digital.

Mereka mengemban misi untuk menyebarkan pemahaman tentang ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab di lingkungan komunitas mereka masing-masing.

Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, Komdigi dan DNIKS berharap dapat mempercepat terwujudnya ekosistem digital Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan manfaat nyata tanpa ada satu pun kelompok masyarakat yang tertinggal.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
9 hours ago
12 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor