x

Mentan: 90 Persen Perusahaan Sawit Sudah Naikkan Harga TBS Petani

waktu baca 3 menit
Kamis, 18 Jun 2026 17:00 31 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani mulai menunjukkan tren kenaikan setelah pemerintah memperkuat pengawasan tata niaga sawit di berbagai daerah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut sekitar 90 persen perusahaan sawit telah menyesuaikan harga pembelian TBS sesuai kondisi pasar.

“Harga TBS kelapa sawit sudah naik, 80-85 persen, mungkin saat ini 90 persen sudah naik. Tetapi yang belum naik, tetap kita telusuri bersama Satgas,” kata Amran dalam keterangan yang dikonfirmasi di Padang, Sumatera Barat, Kamis.

Menurut Amran, langkah pemerintah dalam melindungi jutaan petani sawit mulai menunjukkan hasil nyata. Setelah berbagai intervensi yang dilakukan Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Polri, harga TBS di sejumlah daerah berangsur pulih dan kembali bergerak naik mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah.

Intervensi tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Perbaikan harga terjadi setelah Kementerian Pertanian menggelar sedikitnya tiga kali pertemuan intensif dengan pelaku usaha, asosiasi, dan perwakilan petani sawit. Pertemuan itu bertujuan memastikan harga TBS di tingkat petani kembali mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

Langkah tersebut diambil menyusul penurunan harga TBS beberapa waktu lalu yang dinilai tidak sejalan dengan kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia maupun penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat.

Amran mengatakan mayoritas perusahaan sawit kini telah melakukan penyesuaian harga pembelian TBS dari petani. Berdasarkan laporan harian Kementerian Pertanian, jumlah perusahaan yang belum menaikkan harga terus mengalami penurunan signifikan.

Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa langkah cepat pemerintah dalam mengawal harga sawit mulai membuahkan hasil. Sebelumnya terdapat sekitar 270 perusahaan yang teridentifikasi belum menyesuaikan harga TBS sesuai kondisi pasar. Kini jumlahnya menyusut menjadi sekitar 130 perusahaan.

“Kemarin kan 270, sekarang ini tinggal 100 lebih ya, 130-an perusahaan. Jadi tinggal sedikit. Yang belum menaikkan tetap diperiksa. Nah, sinyalnya sudah naik, tapi kita monitor. Bukan saja naik lalu turun kembali, tidak. Kita monitor seluruh Indonesia,” ujarnya.

Mentan menegaskan pemerintah tidak akan berhenti hanya pada pemulihan harga. Pengawasan akan terus dilakukan agar kenaikan yang telah dirasakan petani dapat berlangsung berkelanjutan dan tidak kembali mengalami penurunan yang tidak wajar.

Menurut dia, keberpihakan pemerintah terhadap petani merupakan arahan langsung Presiden. Karena itu, Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan terus mengawal tata niaga sawit agar berlangsung lebih sehat, transparan, dan berkeadilan.

Langkah pengawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan sekitar 15 juta petani sawit yang menggantungkan hidup pada komoditas strategis tersebut. Pemerintah menilai petani harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat ketika harga CPO dunia meningkat dan pasar menunjukkan tren positif.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan ultimatum kepada ratusan perusahaan sawit yang belum menyesuaikan harga TBS. Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Polri juga melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap perusahaan yang diduga masih membeli TBS di bawah harga yang semestinya.

Hasilnya, pemulihan harga mulai dirasakan di berbagai sentra sawit nasional. Sejumlah daerah melaporkan harga TBS bergerak naik mendekati bahkan sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan pemerintah daerah. Kondisi ini menjadi angin segar bagi petani setelah sebelumnya menghadapi tekanan harga yang cukup tajam.

Amran menegaskan pemerintah akan terus hadir sebagai wasit untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan pelaku usaha.

“Kita ingin ekosistem sawit yang sehat. Petani sejahtera, pengusaha juga sejahtera. Yang terpenting, petani tidak boleh dirugikan. Karena itu pengawasan akan terus dilakukan sampai harga benar-benar stabil dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh petani sawit Indonesia,” tegas Amran.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang menyesuaikan harga dan pengawasan yang terus diperketat, pemerintah optimistis pemulihan harga TBS akan semakin merata di seluruh wilayah sentra sawit nasional. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesejahteraan petani sebagai fondasi utama industri sawit Indonesia.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor