x

Hindari Pelanggaran Komitmen, Iran-AS Teken Perjanjian Digital

waktu baca 2 menit
Kamis, 18 Jun 2026 19:00 27 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengumumkan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Republik Islam dan Amerika Serikat (AS) kini resmi berlaku.

Baghei mengatakan bahwa penandatanganan perjanjian yang semula dijadwalkan akan berlangsung di Jenewa, Swiss pada hari Jumat, kini telah ditandatangani secara digital pada hari Rabu oleh presiden kedua negara setelah teks kesepakatan dinyatakan final.

“Nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat disepakati untuk ditandatangani secara digital. Tidak akan ada upacara penandatanganan yang diadakan di Swiss,” kata Baghaei kepada Jaringan Berita IRIB seperti dilaporkan Press TV, Kamis (18/6/2026).

Baghaei menjelaskan, keputusan untuk melibatkan pejabat tertinggi dari kedua negara dalam penandatanganan ini diambil secara sengaja berdasarkan pengalaman masa lalu. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko pelanggaran komitmen.

“Ketika teks tersebut ditandatangani oleh otoritas tertinggi dari kedua negara, melanggarnya tentu akan menimbulkan konsekuensi yang lebih besar. Mengingat pengalaman kami di masa lalu, kami lebih memilih hal ini terjadi,” kata Baghaei.

Terkait kehadiran tim negosiasi Iran di Jenewa, Baghaei menyebut hal itu masih dalam pembahasan. Namun, ia memastikan proses penandatanganan digital itu sendiri sudah rampung dan bersifat mengikat.

Mengenai jeda waktu antara finalisasi MoU pada hari Minggu dan pengumumannya pada hari Rabu, ia menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari prosedur diplomatik standar serta koordinasi dengan pihak mediator.

“Teks nota kesepahaman Iran-AS kini telah resmi diselesaikan karena kedua belah pihak telah menandatanganinya,” katanya.

Juru Kemlu Iran itu kemudian menjelaskan bahwa penundaan antara finalisasi MoU pada hari Minggu dan publikasinya pada hari Rabu disebabkan oleh prosedur diplomatik standar dan pentingnya koordinasi dengan para mediator.

“Dalam setiap proses diplomatik, ada prosedur yang diupayakan oleh pihak-pihak terkait untuk dipatuhi. Pandangan para mediator juga penting agar mereka dapat membawa proses ini ke kesimpulan yang diinginkan,” kata Baghaei.

Ia mencatat bahwa para pihak telah sepakat untuk tidak mempublikasikan teks tersebut sampai selesai difinalisasi. Namun, ia menekankan bahwa para pejabat Iran telah mengungkapkan garis besar kesepakatan tersebut.

“Jika kita meninjau teksnya sekarang, kita akan melihat bahwa tidak ada yang terlewatkan selama periode ini. Kita telah mengungkapkan semua masalah kurang lebih. Kita mungkin tidak membahas beberapa poin secara detail, tetapi mengenai masalah secara keseluruhan, kita telah menyebutkan semuanya,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

10 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor