x

Permudah Warga, Kota Bandung Buka Desk Layanan Terpadu SPMB

waktu baca 3 menit
Senin, 8 Jun 2026 23:00 47 Asep Awaludin

TODAYNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pendidikan menghadirkan Desk Layanan Terpadu Terintegrasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 untuk mempermudah masyarakat dalam proses pendaftaran sekolah.

Layanan ini menjadi solusi satu pintu bagi berbagai kendala administrasi yang kerap dihadapi calon peserta didik dan orang tua.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edy Suparjoto menjelaskan, sistem SPMB tahun ini tetap melalui lima tahapan utama, yakni pendataan, pendaftaran, seleksi, pengumuman, dan daftar ulang. Saat ini, proses telah memasuki tahap pendaftaran tahap pertama yang berlangsung pada 8 hingga 12 Juni 2026.

“Pada tahap ini, pendaftaran dibuka untuk jalur afirmasi bagi keluarga tidak mampu dan jalur prestasi. Yang paling penting, masyarakat harus sudah mengikuti tahap pendataan dan mengunggah seluruh persyaratan,” ujar Edy saat ditemui di Desk Layanan SPMB Terpadu Terintegrasi, Senin 8 Juni 2026.

Ia menyebut, persyaratan umum yang wajib dipenuhi meliputi Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan KTP orang tua. Namun dalam praktiknya, banyak masyarakat yang mengalami kendala pada dokumen tersebut.

Untuk itu, layanan terpadu ini melibatkan sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Sosial. Melalui kolaborasi ini, berbagai permasalahan dokumen dapat langsung diselesaikan di lokasi yang sama.

“Misalnya KK rusak atau perlu diperbarui, akta kelahiran belum dibuat, atau ada perubahan data keluarga, bisa langsung ke meja Disdukcapil. Begitu juga dengan masyarakat yang membutuhkan verifikasi data bantuan sosial, bisa langsung dilayani oleh Dinas Sosial,” jelasnya.

Tak hanya itu, Dinas Pendidikan juga menyediakan pendampingan langsung terkait pemilihan sekolah, pemahaman jalur masuk, hingga mekanisme seleksi. Petugas siap membantu orang tua menentukan strategi terbaik sesuai kondisi masing-masing calon siswa.

Edy mengungkapkan, Keluhan paling banyak terkait dengan proses pendataan, tidak bisa login karena data kependudukan belum sinkron, sisanya konsultasi.

Layanan terpadu ini telah dibuka sejak masa pendataan pada 11 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 28 Juni 2026, atau setelah seluruh tahapan pendaftaran selesai dan memasuki proses seleksi.

Selain layanan langsung, masyarakat juga dapat mengakses berbagai informasi dan pengaduan melalui laman resmi SPMB Kota Bandung. Di dalamnya tersedia fitur chatbot, pengaduan, serta layanan informasi yang aktif selama 24 jam.

Edy turut mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menawarkan bantuan masuk sekolah melalui jalur tidak resmi.

“Jangan percaya kepada calo SPMB. Semua proses dilakukan secara transparan dan berbasis sistem. Lengkapi syarat, pahami jalur, dan pilih peluang yang paling besar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk tidak terburu-buru mendaftar di hari pertama, melainkan memantau terlebih dahulu peluang melalui sistem yang tersedia, khususnya pada jalur prestasi dan domisili.

Khusus untuk jenjang sekolah dasar (SD), Edy mengatakan, faktor usia menjadi penentu utama dalam seleksi, bukan jarak tempat tinggal seperti yang masih sering disalahpahami masyarakat.

Edy pun mengajak seluruh warga Kota Bandung untuk memanfaatkan layanan terpadu tersebut apabila mengalami kendala selama proses SPMB.

“Silakan datang langsung ke Desk Layanan Terpadu SPMB. Kami siap melayani hingga tuntas. Prinsipnya, tidak boleh ada anak usia sekolah di Kota Bandung yang tidak mendapatkan akses pendidikan,” pungkasnya. ***

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
6 days ago
6 days ago
7 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit