x

BPSDMP Gelar Global Vocational Synergy 2026, Perkuat Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi Vokasi

waktu baca 4 menit
Jumat, 5 Jun 2026 11:57 43 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) menggelar Global Vocational Synergy 2026 sebagai upaya memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi vokasi. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala BPSDMP, Suharto, di Kampus Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, Jumat (4/6).

Global Vocational Synergy 2026 yang berlangsung di Poltekpel Surabaya menghadirkan tiga agenda utama, yakni Indonesian Polytechnic English Championship (IPEC) ke-III, International Conference on Maritime Innovation and Technology, serta Transportation Education Expo 2026.

“Tema global vocational sinergi ini kami pandang pandang penting karena ini mencerminkan semangat kita untuk bersama sama memperkuat sinergi terkait dengan pendidikan vokasi sekaligus dalam rangka untuk memperluas jaringan kerja sama baik dengan tingkatan nasional maupun internasional dalam rangka menyiapkan SDM yang siap menjawab tantangan masa global.” Ungkap Kepala BPSDMP dalam sambutannya.

Menurut Suharto, dunia saat ini tengah menghadapi berbagai perubahan besar, mulai dari perubahan iklim, krisis energi, percepatan transformasi teknologi, digitalisasi, hingga tuntutan terhadap penggunaan energi yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, sektor transportasi juga dituntut mampu menghadirkan sistem yang berkelanjutan dan semakin baik dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Ia menegaskan bahwa transportasi ke depan tidak lagi sekadar dipandang sebagai sarana perpindahan manusia dan barang. Lebih dari itu, sektor ini memiliki peran sebagai perekat dan pemersatu bangsa sekaligus instrumen penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

“Selain itu, saat ini kita merasakan terkait perubahan iklim, dengan adanya suatu program yaitu net zero energy, ini menjadi tantangan bersama bagaimana kita harus membangun sektor transportasi dengan melakukan percepatan-percepatan dalam rangka penggunaan energi yang lebih efisien, bagaimana kita mendorong untuk menggunakan kendaraan listrik, sekaligus kita melakukan Diversifikasi terhadap penggunaan bahan bakar, ini semua semata mata untuk kita dapat menciptakan transportasi yang lebih efektif dan efisien menuju transportasi yang lebih bermanfaat bagi kita semua.” Tambahnya.

Meski demikian, Suharto menilai seluruh transformasi tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, adaptif, dan memiliki wawasan global. Karena itu, BPSDMP memiliki peran strategis dalam memastikan transformasi sektor transportasi didukung SDM yang berkualitas.

“Oleh karena itu pendidikan Vokasi merupakan pondasi utama untuk menghasilkan lulusan terdidik, terampil, lebih teruji, memiliki karakter, loyalitas, dedikasi yang tinggi untuk bisa menciptakan insan insan transportasi yang memiliki karakter yang kuat, disiplin, dan kemampuan untuk menjalin komunikasi, dan membentuk calon kepemimpinan masa depan. Sehingga kegiatan The Global Vocational Sinergy ini menjadi sangat relevan. Karena kegiatan ini, tidak hanya menjadi ajang kompetisi, seminar, dan pameran pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan gagasan, inovasi, jejaring kerja sama, serta penguatan kapasitas generasi muda vokasi Indonesia.” Imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPSDMP juga menyampaikan apresiasi kepada para mitra internasional, khususnya Autoridade Portuária de Timor-Leste (APORTIL) dan Fundo de Desenvolvimento do Capital Humano (FDCH) Timor-Leste yang telah menjalin kerja sama dengan Politeknik Pelayaran Surabaya. Menurutnya, kemitraan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi transportasi memiliki peluang besar untuk berkembang melalui kolaborasi regional maupun internasional.

“Ke depan, kita perlu terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, pemerintah daerah, mitra internasional, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut harus diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan link and match, pengembangan riset terapan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, modernisasi sarana prasarana.” Ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Suharto berharap Global Vocational Synergy 2026 dapat menjadi wadah untuk memperkuat sinergi, memperluas wawasan, serta melahirkan berbagai gagasan dan kerja sama yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan vokasi dan sektor transportasi Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Poltekpel Surabaya, Moejiono, mengatakan kegiatan ini diselenggarakan untuk mendukung Asta Cita keempat terkait pembangunan SDM unggul sekaligus menjawab tantangan globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang semakin pesat. Oleh sebab itu, penguasaan bahasa Inggris, penguatan sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM), serta perluasan jejaring di berbagai bidang menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa politeknik di seluruh Indonesia.

Global Vocational Synergy 2026 berlangsung selama dua hari, yakni pada 3–4 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti 658 taruna dan mahasiswa dari 69 politeknik dalam Indonesian Polytechnic English Championship (IPEC) ke-III, 86 peserta dengan 66 paper pada International Conference on Maritime Innovation and Technology, serta melibatkan 25 kampus transportasi dalam Transportation Education Expo.

“Global Vocational Sinergy 2025 menjadi wadah pengembangan kompetensi akademik, soft skills, inovasi, dan promosi pendidikan vokasi kepada masyarakat luas serta memperkuat kolaborasi nasional maupun internasional. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan dalam mendukung pengembangan SDM transportasi yang unggul dan berdaya saing global.” Pungkas Direktur Poltekpel Surabaya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit