x

BI Luncurkan Program Pengendalian Inflasi di Jawa Timur

waktu baca 2 menit
Rabu, 13 Mei 2026 19:52 23 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Bank Indonesia (BI) meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Jawa 2026 di Jawa Timur sebagai langkah memperkuat pengendalian inflasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan pasokan, distribusi, serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menjelaskan bahwa GPIPS merupakan penguatan dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), dengan fokus yang lebih luas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan petani di tengah tantangan perubahan iklim serta fluktuasi harga pangan.

“Yang ingin kita lakukan adalah memastikan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan finansial sejalan dengan Astacita pemerintah,” kata Aida dalam sambutannya di Sidoarjo Jawa Timur, Rabu.

Ia menjelaskan, strategi GPIPS tetap berpegang pada empat pilar utama pengendalian inflasi, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif. Namun, program ini memberikan penekanan lebih besar pada penguatan ketersediaan pasokan dan distribusi pangan.

Menurut Aida, komoditas pangan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Pasalnya, pengeluaran untuk kebutuhan pangan bisa mencapai 60 hingga 80 persen dari total pendapatan rumah tangga, sehingga stabilitas harga pangan menjadi prioritas utama bagi pemerintah bersama BI.

Dalam implementasinya, GPIPS akan diperkuat melalui kolaborasi erat bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) maupun Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa GPIPS akan dijalankan melalui tujuh program unggulan yang dirancang untuk membangun model bisnis pangan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Program tersebut mencakup hilirisasi pangan, dukungan terhadap program pemerintah seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga penguatan sektor pengolahan pascapanen.

Aida mengungkapkan, Jawa Timur dipilih sebagai lokasi peluncuran GPIPS karena memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan nasional sekaligus pusat distribusi utama untuk kawasan timur Indonesia. Provinsi ini dikenal sebagai salah satu produsen utama padi, jagung, cabai, tebu, dan susu nasional.

Selain itu, sekitar 80 persen distribusi pangan untuk 19 provinsi di kawasan timur Indonesia juga berasal dari Jawa Timur. Kekuatan tersebut turut didukung kapasitas penyimpanan Perum Bulog yang mencapai 22,81 persen dari total kapasitas nasional.

“Kami memilih Jatim juga untuk meminjam semangat patriotik arek-arek Suroboyo dalam menjaga kemerdekaan Indonesia, demi memastikan ketahanan pangan nasional semakin kuat,” ujar Aida.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

12 hours ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago
4 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x