Selebrasi Rizky Ridho saat mencetak gol untuk Persija Jakarta. (Dok. Persija) TODAYNEWS.ID — Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, buka suara setelah peluang timnya dalam perebutan gelar Super League dipastikan tertutup. Kepastian itu didapat usai Persija kalah dari Persib Bandung pada laga Minggu (10/5/2026).
Melalui unggahan di media sosial, Rizky Ridho mengungkapkan rasa kecewanya terhadap pencapaian Persija musim ini. Bek Timnas Indonesia itu menilai posisi ketiga klasemen sementara jauh dari target yang diharapkan tim.
Ridho juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Persija, khususnya The Jakmania. Dia menyadari hasil musim ini belum mampu memenuhi ekspektasi suporter.
“Musim ini masih menyisakan 2 laga sisa, tetapi posisi Persija sudah bisa dipastikan berada di posisi 3. Posisi di akhir klasemen yang jelas bukan target dan hasil yang kami harapkan. Saya meminta maaf atas hasil ini, terutama kepada pendukung setia kami, the Jakmania,” tulis Rizky Ridho di Instagram.
Menurut Ridho, perjalanan Persija musim ini tidak berjalan mudah. Dia menilai performa Macan Kemayoran masih mengalami pasang surut sepanjang kompetisi berlangsung.
Meski demikian, Ridho memastikan seluruh pemain terus berusaha membawa Persija ke arah yang lebih baik. Dia menilai setiap kesalahan harus dijadikan pelajaran untuk perkembangan tim ke depan.
“Musim yang tidak mudah, ups and downs dalam sepakbola memang merupakan suatu yang wajar, namun yang terpenting kita harus mengambil suatu pelajaran dari setiap kesalahan yang dibuat,” lanjut Ridho.
Bek berusia 24 tahun itu juga menegaskan Persija tetap menunjukkan perkembangan dibanding musim-musim sebelumnya. Dia memastikan seluruh elemen tim terus bekerja keras demi meningkatkan performa klub.
“Namun yang saya bisa pastikan, tim ini telah berusaha di jalur yang lebih baik dari setiap tahun nya,” ujar Rizky Ridho. Pernyataan itu disampaikan setelah pertandingan panas kontra Persib Bandung.
Dalam laga tersebut, kedua tim sempat terlibat insiden keributan selepas pertandingan. Ridho memaklumi tensi tinggi yang terjadi karena laga tersebut menjadi pertandingan penting bagi kedua tim.
“Pekan 32 kemarin merupakan pertandingan kunci yang menentukan, tensi panas kerap terjadi dalam pertandingan-pertandingan seperti itu, termasuk adanya insiden kecil selepas pertandingan,” imbuh Ridho.
Mengenai keributan tersebut, Ridho mengaku siap menerima konsekuensi jika ada penilaian dari pihak terkait. Namun dia menegaskan rivalitas antarpemain hanya terjadi di atas lapangan.
“Adanya insiden itu yang menimbulkan tafsir bermacam-macam, biarlah pihak yang berkepentingan yang menilai dan kami para pemain siap menerima konsekuensinya,” kata Ridho.
Ridho juga memastikan hubungan antarpemain tetap berjalan baik setelah pertandingan berakhir. “Namun yang terpenting dari semua ini, rivalitas hanya terjadi di atas lapangan, selesai semua itu kami para pemain telah menjalin komunikasi dengan baik,” ujar bek Timnas Indonesia tersebut.
Persija masih menyisakan dua pertandingan terakhir musim ini melawan Persik Kediri dan Semen Padang. Ridho menegaskan dirinya dan tim bertekad menyapu bersih dua laga tersebut dengan kemenangan sambil menyiapkan evaluasi besar untuk musim berikutnya.